Penderita HIV/AIDS Terjaring saat Berobat
Tanggal: Thursday, 04 April 2013
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 30 Maret 2013

CIAMIS - Kasus HIV/AIDS di Ciamis, Jawa Barat sudah mengkhawatirkan.

Karena, korbannya tidak lagi masyarakat dari kalangan berisiko tinggi (resti), melainkan sebagian besar malah dari kalangan rumah tangga, ibu dan anak yang tertular dari ayah yang mengidap HIV/AIDS.

"Kondisi peningkatan kasus HIV/AIDS di Ciamis, dalam 10 tahun terakhir sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Kasie Pengelolaan Pemberantasan Penyakit dan Penanggulangan Bencana (P3PB) Diskes Ciamis Osep Hernandi SKM Mkes kepada Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), usai rapat penguatan lembaga penanggulangan HIV/AIDS di Aula RM Samudra Ciamis, Kamis (28/3/2013).

Dari data di Dinkes Ciamis, kata Osep, sejak 2004 hingga 2013, di Ciamis terdata sebanyak 36 kasus AIDS dan 29 kasus HIV. Rinciannya, pada 2004-2011 ada lima kasus HIV dan 22 AIDS (ke-22 penderita AIDS sudah meninggal).

Pada 2012, terdata sebanyak 20 kasus HIV dan 13 kasus AIDS. Dari 13 kasus AIDS yang ditemukan pada 2012, sembilan penderita sudah meninggal, dan empat lainnya masih hidup dengan mengidap penyakit yang akut. Sementara, pada Januari hingga pertengahan Maret 2013, ditemukan empat kasus HIV dan 1 kasus AIDS.

"Seorang penderita AIDS diketahui setelah berobat dan dirawat di rumah sakit, pada Februari lalu. Kondisinya sudah cukup parah, penyakit akutnya adalah gangguan paru-paru dan meninggal di rumah sakit," ungkap Osep yang juga relawan penanggulangan HIV /AIDS Ciamis.

36 kasus AIDS dan 29 kasus HIV yang terjaring selama 10 tahun, sebagian besar terjaring saat korban berobat ke puskemas, rumah sakit, atau berobat ke dokter.

"Juga ada yang terjaring dari kegiatan donor darah atau atas dasar kesadaran penderita yang melakukan konsultasi," ujarnya.

Selama ini, masyarakat beranggapan para penderita HIV/AIDS dari kelompok masyarakat berisiko tinggi.

"Namun, kenyataannya dalam 10 tahun terakhir, dari 36 kasus AIDS yang terjaring, hanya enam kasus dari wilayah Pangandaran dan sekitarnya (Ciamis Selatan). Lebihnya dari kawasan Ciamis Utara, termasuk penderita AIDS yang terjaring dan meninggal Februari lalu, dan sebagian besar dari kalangan rumah tangga," beber Osep.

Menurut Asda II Pemkab Ciamis Soekiman, penanggulangan HIV/AIDS sudah menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat.

Masalah HIV/AIDS tak hanya persoalan medis, tapi juga menyangkut moral," cetus Soekiman. (*)

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7463