Kepercayaan Mistis Bantu Penyebaran HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 04 April 2013
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 01 April 2013

Lilongwe - Benua Afrika termasuk wilayah dengan penyebaran HIV/AIDS tercepat di dunia. Tapi tahukah Anda bahwa salah satu pendorong cepatnya penyebaran penyakit mematikan ini akibat kepercayaan masyarakat akan hal-hal mistis?

Jajak pendapat yang dilakukan di 18 negara sub-Sahara Afrika menemukan lebih dari setengah populasi di negara-negara ini masih memercayai dunia mistik.

Sebagian besar dari mereka masih sangat mempercayai bahwa seorang dukun, penyihir, shaman, atau apapun sebutannya, mampu menyembuhkan penyakit, memindahkan kutukan, serta mencabut kesialan.

Namun ternyata kepercayaan akan hal-hal mistis seperti inilah juga bisa membantu cepatnya penyebaran HIV/AIDS.

Seorang aktivis LSM di Malawi, Seodi White, bertahun-tahun memerangi kepercayaan tradisional setempat yang menyebarkan HIV/AIDS, terutama untuk kaum perempuan desa. Kepercayaan magis itu mengharuskan janda-janda di sebagian wilayah selatan Afrika untuk berhubungan seksual yang tidak aman dengan tujuan 'membersihkan' diri.

Hal ini wajib mereka lakukan karena dipercaya roh almarhum suami mereka akan kembali untuk mengutuk keluarganya.

"Ini sudah menjadi hal yang tertanam di otak mereka. Para janda ini mengatakan pada saya, 'Saya tak ingin mati. Saya tak ingin ada kutukan datang ke mendiang suami saya'. Kemudian mereka pun menangis minta 'dibersihkan'," ujar White kepada CNN seperti dikutip DiscoveryNews.

Karena hubungan seksual yang tidak aman inilah yang akhirnya meningkatkan risiko terkena HIV. Bahkan ada 'pembersih' profesional bertarif tinggi yang menjanjikan hilangnya kutukan pada sebuah keluarga.

Praktek semacam ini pun disebutkan oleh Nicoli Nattrass, Direktur Unit AIDS dan Riset Masyarakat Afrika Selatan, dalam bukunya The AIDS Conspiracy: Science Fights Back.

Isi buku itu memaparkan, banyak literatur di Afsel yang percaya bahwa HIV disebabkan hal-hal spiritual. Dalam kepercayaan mereka, virus ini biasanya disebabkan adanya kutukan atau pelanggaran terhadap leluhur.

Kepercayaan ini semakin lengkap karena 'dikuatkan' oleh beberapa gejala AIDS seperti diare dan TBC, yang merupakan ciri klasik seseorang terkena 'guna-guna'.

Meski belakangan ini masyarakat di Afrika mulai memahami bahwa AIDS disebabkan oleh virus menular seksual, namun sebagian dari mereka masih menempatkan kepercayaan magis di balik alasan penyebaran penyakit mematikan ini. [mor]

Sumber: http://teknologi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7468