35 Balita Terinfeksi HIV/AIDS Imbas Perbuatan Lelaki Tidak Setia
Tanggal: Thursday, 04 April 2013
Topik: HIV/AIDS


Samarinda Pos, 03 April 2013

SAMARINDA. Miris jika melihat data yang tercatat di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kaltim. Jumlah penderita HIV/AIDS yang terakumulasi hingga Februari 2013, tercatat 2.820 orang. Bahkan 405 orang di antaranya meninggal dunia.

Penderita terbanyak adalah lelaki yang tak setia dengan pasangannya. Parahnya lagi, lelaki tidak setia ini biasanya tak bisa menahan diri untuk melakukan hubungan seks berisiko. Sehingga dia tertular HIV/AIDS. Di Kaltim, sudah banyak kasus ibu-ibu rumah tangga yang tidak berdosa tertular karena hal itu. Konyolnya lagi, anak-anaknya juga tertular.

Catatan sementara yang ada di KPA Kaltim, ibu rumah tangga yang sudah positif tertular HIV/AIDS ada 138 orang. Sementara anak-anak yang terjangkit ada 35 orang. Karena saat hamil, ibunya terjangkit. Hal itu banyak terjadi di Samarinda, disusul Balikpapan, Kota Tarakan, Kutai Timur dan Nunukan. Sekretaris KPA Kaltim Jurnanto mengungkapkan, efek dari suami yang tidak setia itu sangat luas. Itulah yang ingin disadarkan dengan menjalankan program lelaki setia. Menurutnya, lelaki tidak setia ini bisa juga disebut lelaki beresiko tinggi. Karena mereka suka datang ke lokalisasi atau ke tempat-tempat hiburan yang berbuntut pada hubungan seksual. Bahkan ada lelaki yang suka hubungan sejenis.

“Mensosialisasikan alat kontarsepsi (kondom) bukan berarti melegalkan perzinahan. Tetapi untuk suami-suami yang tidak bisa setia. Hal ini meskipun tidak dianjurkan, tapi paling tidak dapat mencegah penularan HIV/AIDS,” terang Jurnanto. Saat ini KPA melakukan program bagaimana melakukan penyadaran terhadap lelaki beresiko tinggi. Mereka diberi pengetahuan tentang bahaya HIV/AIDS, termasuk cara pencegahannya. “Kami melakukan prediksi kelompok laki-laki beresiko tinggi atau tidak setia. Ada program untuk mendatanya serta dipetakan. Yakni di mana dia siapa dia dan upaya-upaya untuk pencegahannya,” tambah Junanto.

Langkah yang dilakukan KPA saat ini dengan menggandeng Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Nahdatul Ulama (NU). Tugasnya untuk penjangkauan dan pendampingan yang muaranya pada pengobatan serta perawatan.

“Kasus HIV/AIDS ini kalau tidak dicari tidak didapat. Dengan melibatkan orang-orang lapangan, akan dapat terdeteksi. Sekarang program yang dijalankan adalah pencegahan jangan sampai tertular AIDS. Utamanya melaluinya penyadaran agar tidak melakukan hubungan seks berisiko yaitu hubungan yang dilakukan bukan dengan pasangannnya atau di tempat-tempat yang tidak benar,” pungkasnya. (rm-4/ica)

Sumber: http://www.sapos.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7480