Konsumsi Layanan Seksual Dinilai Kriminal
Tanggal: Monday, 08 April 2013
Topik: Narkoba


REPUBLIKA.CO.ID, 07 April 2013

KUPANG -- Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Pusat Inang Winarso menegaskan, pembelian layanan seks adalah tindakan kriminalinasi perempuan yang harus dicegah.

Pencegahan ini mendesak dilakukan karena dalam dua tahun terakhir kasus HIV/AIDS meningkat tajam. "Ibu rumah tangga dan bayi tertular mencapai 70 persen dari total pengidap HIV/AIDS," kata Inang di Kupang, Sabtu (6/4).

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 3.892 kasus baru HIV dan 1.673 kasus baru AIDS terjadi di Indonesia pada kuartal kedua 2012.

Faktor resiko tertinggi terjadi dalam hubungan seks tidak aman pada heteroseksual sebesar 50 persen yang mayoritas dialami mereka yang berusia 25-47 tahun (72 persen).

Demikian pula transmisi AIDS yang disebabkan hubungan heteroseksual tidak aman mencapai 84 persen yang mayoritas dialami mereka yang berusia 30-39 tahun (72 persen).

"HIV dan AIDS tetap merupakan persoalan publik yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak," kata Inang. Menurut dia, kunci mencegah penularan HIV dan AIDS adalah menjadi pasangan setia dan menggunakan kondom dalam berhubungan seks berisiko.

Sumber: http://www.republika.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7493