Peneliti selangkah lebih dekat untuk taklukkan virus HIV
Tanggal: Tuesday, 09 April 2013
Topik: HIV/AIDS


Merdeka, 08 April 2013

Sejauh ini para peneliti masih berjuang menemukan vaksin untuk mengobati AIDS. Tampaknya usaha tersebut menemukan jalan terang. Setelah tiga tahu mengamati sampel darah para pasien AIDS dan melihat pertarungan mikroskopis antara antibodi dengan virus, peneliti menemukan respon sistem kekebalan tubuh yang tak biasa pada salah satu pasien di Afrika.

Untuk pertama kalinya, peneliti berhasil menemukan pasien yang berhasil memproduksi BnAb, sebuah antibodi yang mampu menyerang virus HIV yang menyebabkan AIDS.

"Melalui pasien ini kami menemukan bagaimana antibodi bisa diinduksi. Informasi ini bisa memberikan informasi mengenai bagaimana cara menginduksi antibodi untuk dijadikan vaksin AIDS," ungkap ketua penelitian Barton Hayes dari Duke University;s Human Vaccine Institute, seperti dilansir oleh NY Daily News (05/04).

Orang dalam penelitian ini merupakan salah satu dari 20 persen pasien HIV yang sistem kekebalan tubuhnya secara alami memproduksi BnAbs. Sayangnya, hal ini biasanya hanya terjadi dua sampai empat tahun setelah pasien terkena infeksi, sehingga bagi pasien yang tidak diberikan obat tak akan tertolong pada waktunya.

Sebelumnya, penelitian pada monyet telah menunjukkan bahwa BnAbs bisa digunakan untuk mencegah infeksi HIV. Sementara antibodi biasanya hanya bisa menyerang 10 - 15 mutasi, BnAbs bisa menyerang hingga 40 - 100 mutasi.

Melalui penemuan ini peneliti menyatakan bahwa mereka telah memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin potensial bagi para penderita HIV/AIDS. Meski begitu, masih harus ditunggu apakah pada akhirnya peneliti benar-benar berhasil menciptakan vaksin yang efektif untuk menyembuhkan AIDS.

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7495