Jajan di Lokalisasi PSK Itu Kriminalisasi pada Perempuan
Tanggal: Tuesday, 09 April 2013
Topik: Narkoba


Liputan6.com, 09 April 2013

Kupang : Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Pusat, Inang Winarso, mengatakan tindakan pembeli seks untuk kepentingan pemuasan hasrat seksual di lokasi prostitusi atau lokalisasi merupakan tindakan kriminalinasi terhadap perempuan.

"Hal itu perlu dicegah, karena dalam dua tahun terakhir terdapat peningkatan kasus HIV/AIDS, terutama pada ibu rumah tangga yang tertular dan menginfeksi bayi cukup tinggi mencapai 70 persen dari total pengidap HIV/AIDS," katanya dalam rapat pleno dan Rapat Pengurus Nasional PKBI Periode 2010-2014, di Kupang, Sabtu.

Dia menyebutkan, data menunjukkan sebanyak 3.892 kasus baru HIV dan 1.673 kasus baru AIDS terjadi di Indonesia pada kuartal kedua atau sepanjang April hingga Juni 2012.

"Ini berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan. Karena itu, sudah saatnya kita fokus untuk menekan tingginya kasus baru HIV/ADIS di Indonesia," katanya seperti dikutip Antara, Selasa (9/4/2013).

Sementara untuk persentase faktor risiko tertinggi terjadi pada hubungan seks tidak aman pada heteroseksual sebesar 50 persen, di mana mayoritas kasus itu dialami oleh mereka yang berusia 25-47 tahun atau 72 persen, katanya menambahkan.

Demikian pula untuk transmisi AIDS yang disebabkan oleh hubungan heteroseksual yang tidak aman mencapai 84 persen, di mana mayoritas kasus itu dialami oleh mereka yang berusia 30-39 tahun atau 72 persen.

"HIV dan AIDS tetap merupakan persoalan publik yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak," katanya.

Mantan aktivis HID/AIDS pada KPA Nasional Jakarta ini menambahkan, PT Reckitt Benckiser Indonesia melalui brandnya Durex bekerja sama dengan Komisi Penganggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan komunitas sepeda Bike2Work berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia.

"Semakin tingginya angka penderita AIDS, layak mendapatkan perhatian. Masyarakat selayaknya dapat menjaga kesehatan pasangan dan diri mereka sendiri dengan memberikan perhatian dan perlindungan yang memadai," katanya.

Selama pekan pertama Desember 2012, beberapa program yang diselenggarakan melalui kerja sama itu di antaranya upaya untuk membangun kerja sama semua pihak untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dan luas.

"Kami sendiri berpegang pada komitmen untuk mendorong gaya hidup seksual yang sehat yang mengarah pada pencegahan HIV AIDS," katanya.

Menurut Inang, panggilan akrab pria itu, kunci untuk mencegah penularan HIV dan AIDS adalah dengan menjadi pasangan setia dan memastikan untuk menggunakan kondom dalam berhubungan seks yang berisiko. (Abd)

Sumber: http://health.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7497