400 Ribu Lelaki di Jawa Barat Doyan Jajan Seks
Tanggal: Wednesday, 10 April 2013
Topik: Narkoba


TEMPO.CO, 10 April 2013

Bandung - Jumlah lelaki pelanggan layanan pekerja seks komersial di Jawa Barat tercatat sebanyak 433.939 orang. Separuh dari angka itu ternyata sudah beristri.

Data Komisi Penanggulangan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) Jawa Barat (KPA Jabar), menunjukkan kebanyakan para lelaki hidung belang ini tak memakai kondom saat berhubungan seks. Akibatnya, muncul risiko menularkan HIV (human immunodeficiency virus) kepada istri hingga keturunannya. "Sementara angka kasus penularan HIV dalam 3 tahun terakhir terus meningkat," kata Sekretaris KPA Jabar, Riadi di kantornya, Selasa 9 April 2013.

KPA Jabar, lanjut Riadi, menemukan kasus HIV/AIDS dengan faktor risiko transmisi seksual dari lelaki ke perempuan atau sebaliknya ada 1.216 kasus pada 2010. Setahun kemudian angka ini bertambah 185 kasus, lalu menjadi 2.212 kasus pada 2012.

Selain itu, menurut Riadi, lebih dari 200 anak berusia 0-14 tahun kini telah tertular HIV dari ibunya. "Para ibu itu kini banyak yang menjanda karena suaminya meninggal akibat AIDS," ujarnya.

Trend penyebaran HIV/AIDS yang masih marak di Jawa Barat, lanjut Riadi, saat ini adalah melalui hubungan seks. Kondisi itu berbeda dengan faktor penyebaran di tahun-tahun sebelumnya, yakni melalui jarum suntik di kalangan pengguna narkoba.

Adapun penggunaan kondom di kalangan populasi mata rantai penyebar HIV/AIDS seperti di tempat pelacuran, tempat-tempat hiburan, serta panti pijat masih belum konsisten. "Kampanye pemakaian kondom itu salah satunya mendapat tantangan dari tokoh agama karena dinilai mendekatkan ke perzinahan. Padahal tujuannya untuk melindungi para istri dari penyakit kelamin hingga HIV/AIDS," katanya.

Sumber: http://www.tempo.co




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7503