705 Warga Kabupaten Tangerang Tertular HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 22 April 2013
Topik: HIV/AIDS


TEMPO.CO, 19 April 2013

Tangerang -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat hingga Maret 2013 jumlah penderita penyakit Human Immunodefeciency Virus (HIV) dan Acquired Immume Deficiency Syndrome (AIDS) mencapai 705 kasus atau 46, 64 persen dari estimasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Tangerang 1.516 kasus. "Untuk penderita HIV 222 kasus dan AIDS 484 kasus," ujar Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Yully Soenar Dewanti, Jumat, 19 April 2013.

Yully mengkhawatirkan, sisa dari estimasi sekitar 700 kasus yang akan menularkan penyakit tersebut ke orang lain. "Belum yang tidak termasuk estimasi seperti orang-orang yang pernah berhubungan di tempat penjaja seks seperti di Kecamatan Kosambi dan tempat lainnya," katanya.

Ia mengatakan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang ditemukan sejak tahun 1998 dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah Kecamatan Kosambi dan beberapa wilayah lainnya. Penyebaran kasus HIV dan AIDS ini, kata Yully, lebih banyak disebabkan hubungan seksual, baik antara lawan jenis (laki-laki dan perempuan) maupun hubungan sejenis (homo, waria) dan melalui jarum suntik narkoba.

Untuk pencegahan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang terus melakukan sosialisasi terkait penyebaran dan pencegahan penyakit HIV dan AIDS ini. Sosialisasi dilakukan seperti di Kosambi, pabrik-pabrik, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan tempat lainnya.

Penularan HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang, kata Yully, bukan hanya menyasar kelompok-kelompok beresiko tinggi penularan virus HIV seperti Pekerja Seks Komersial, kaum Gay, pengguna narkoba khususnya jarum suntik, tetapi HIV/AIDS juga mengancam masuk ke area keluarga. "Pasangan suami istri juga ditemukan sehingga menularkan virusnya ke istri dan anak-anaknya," kata Yully.

Menurut Yully, ada seorang ibu terkena virus HIV dan AIDS yang ditularkan oleh suaminya, sebelumnya dia tidak tahu kalau suaminya itu terkena virus HIV dan AIDS. Bahkan dua buah hatinya juga terkena virus HIV dan AIDS. "Fenomena ini yang saya katakan seperti gunung es, mungkin sebelumnya suaminya pernah behubungan dengan WTS atau yang lainnya yang terkena virus HIV sehingga menularkan ke istrinya," katanya.

Penyebaran HIV dan AIDS ini, kata Yully, harus diputus mata rantainya, yaitu dengan cara melakukan tes darah supaya orang-orang yang terkena HIV dan AIDS tidak menyebarkan virus tersebut ke orang lain. Menurut Yully, HIV hanya hidup dalam cairan tubuh sesorang yang telah terinfeksi, terutama di dalam darah, air mani (pria), cairan vagina (perempuan), dan air susu ibu. "HIV tidak terdapat dalam cairan tubuh, seperti air keringat, air mata, dan air liur."

Yully menegaskan, HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman sentuhan tangan, pelukan ciuman, menggunakan peralatan makan minum bersama, tinggal serumah dan menggunakan jamban yang sama. "Virus HIV ini hanya menular melalui hubungan badan. Untuk itu, disarankan bila berhubungan badan yang bukan pasangan, silakan menggunakan kondom untuk mencegah penularannya," katanya.

Sedangkan virus AIDS penularannya dengan cara anal sexs, genito sexs, dan oral sexs. Juga kontak darah melalui transfusi darah, menggunakan jarum suntik secara bersama bagi pencandu narkoba, lain-lain akupuntur, dan tindik tato. Penularan dari ibu ke anak melalui plasenta, proses persalinan, dan pemberian air susu ibu. Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendirikan klinik pengobatan bagi orang yang terkena HIV dan AIDS, yaitu di Puskesmas Jln. Emas Perumnas II Karawaci.

"Klinik tersebut bukan untuk pengobatan, tetapi hanya untuk memberikan cairan. Bentuknya seperti sirup untuk membantu kekebalan tubuhnya. Cairan tersebut hanya menambah harapan hidup. Sejak ada klinik tersebut sudah banyak membantu orang-orang yang terkena HIV dan AIDS. Mereka sudah ada yang bekerja seperti guru, kerja di pabrik, dan bahkan ada yang di bank," kata Yully.

Sumber: http://www.tempo.co




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7541