Fokus Berantas Heroin, PMJ Bantu Perangi HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 22 April 2013
Topik: HIV/AIDS


Okezone, 19 April 2013

JAKARTA - Aksi pemberangusan terhadap peredaran heroin menjadi prioritas utama jajaran Polda Metro Jaya (PMJ), karena pengguna barang haram itu sangat rentan terinfeksi virus HIV/AIDS. Dengan memangkas mata rantai peredaran heroin, diharapkan jumlah penggunanya akan berkurang.

"95 persen pengguna heroin itu terindikasi mengidap HIV/AIDS karena menggunakan jarum suntik secara bergantian," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/4/2013).

Para pengguna heroin, kata Putut, cenderung menggunakan jarum suntik ketimbang alat lain karena efek sakau-nya luar biasa. Padahal metode semacam ini sangat rentan menjadi media penyebaran penyakit menular. "Efeknya berupa euforia yang berlebihan meski itu hanya semu," lanjutnya.

Selain dapat terinveksi HIV, lanjut Putut, pengguna heroin dapat juga mengalami insomia, pecandu berat, dan depresi berat. "Secara psikis dia memiliki rasa ingin bunuh diri yang besar apabila tak menggunakan barang itu," pungkasnya.

Perlu diketahui, aparat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran heroin asal Nigeria. Polisi telah menangkap dua tersangka dan menyita 4 kilogram heroin. Sedangkan pria asal Nigeria berinisial KPT masih menjadi buronan polisi.

Selain mengungkap sindikat Heroin, polisi juga menangkap kaki tangan sindikat ekstasi berisial SWND alias Wandi dan MLYD alias Joni, dengan barang bukti 50 ribu pil ekstasi.

Penangkapan tersangka, merupakan hasil pengembangan pengungkapan sebelumnya yang dilakukan oleh tersangka SGNT dan STRJ anggota sindikat narkotika Belanda yang ditangkap pada 8 April di gerbang Tol Cikupa, Tangerang.

Sumber: http://news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7544