Data Pasien HIV Bocor
Tanggal: Monday, 22 April 2013
Topik: HIV/AIDS


JPNN.com, 22 April 2013

JAMBI - Data penyakit pasien di sebuah rumah sakit sejatinya merupakan sesuatu yang amat rahasia. Tapi, di RSUD Raden Mattaher, diduga data penyakit pasien mudah bocor. Minggu (21/4), Yayasan Kanti Sehati Sejati (KSS) Jambi mengadukan tim medis ke Direktur Utama RSUD Raden Mattaher karena dianggap telah membocorkan riwayat penyakit pasien HIV. Mereka mengadukan perilaku perawat rumah sakit bernama Rika, Darwati dan Eriyani yang telah menyebar fitnah dan membocorkan penyakit pasien HIV/AIDS.

Direktur Yayasan KSS David Chandra Harwindo mengatakan, pada 3 April 2013, Rika memberikan informasi palsu yang merugikan salah seorang pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Yayasan Kanti Sehati Sejati bernama Abdul Gafur. Rika memberitahukan kepada teman-teman Gafur bahwa seluruh pengurus Yayasan Kanti Sehati Sejati, termasuk Gafur, terinfeksi HIV.

"Ini fitnah karena saudara Abdul Gafur tidak terinfeksi HIV. Yang memprihatinkan, fitnah ini disebar ketika Gafur akan menikah," ujar David lewat release yang diterima Jambi Independent (Grup JPNN).

Akibat informasi itu, kata David, teman-teman Gafur dan keluarga calon istrinya menuding Gafur terinfeksi HIV. "Gafur yang hendak menikah hampir saja batal naik ke pelaminan. Kasihan kan?" kata David.

Kemudian, pada 15 April, perawat bernama Daryani dan Eriyani membuka status pasien HIV berinisial M ke sejumlah pembezuk. Dua perawat ini memberitahu bahwa M positif terinfeksi HIV.

"Informasi ini kemudian menyebar di lingkungan rumah M. Akibatnya, saat ini M terancam diusir dari lingkungan rumah tinggalnya. M juga dikucilkan oleh teman-temannya," ungkap David.

David menyatakan tindakan tiga perawat tersebut merupakan puncak gunung es dari masalah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA yang selama ini terjadi di RSUD Raden Mattaher. "Kami sangat prihatin. Padahal berbagai upaya dan koordinasi kami lakukan dengan pihak Komisi Penanggulangan Aids dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Tapi stigma dan diskriminasi masih terus berlanjut di RSUD Raden Mattaher," jelas David.

Jambi Independent coba konfirmasi pihak rumah sakit, Direktur Pelayanan Djarizal, tapi tak ditanggapi. Juru bicara yang juga Direktur Keuangan RSUD Raden Mattaher, Agus Sanusi, juga belum bersedia memberikan tanggapan. "Saya akan cari informasi dulu soal pengaduan. Saya takut salah. Nanti kalau sudah ada info, saya hubungi," ujarnya.(mui/nas)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7550