Hari Kartini: Saya ingin waria diakui masyarakat
Tanggal: Monday, 22 April 2013
Topik: Narkoba


Merdeka, 22 April 2013

"Meskipun secara fisik saya ini laki-laki, tapi dalam diri saya ada jiwa perempuan. Saya mengatakan bahwa ini sah, tidak ada yang melarang waria tidak boleh merayakan Hari Kartini," itulah yang dilontarkan seorang waria yang dikenal dengan sebutan Waria Mentul dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh tim merdeka.com.

Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April lalu tampaknya sangat menarik perhatian kaum hawa untuk merayakan hari yang disebut-sebut sebagai hari emansipasi wanita. Namun sekelompok waria pun juga turut menyemarakkan perayaan hari tersebut.

Waria Mentul adalah satu dari sekelompok waria tersebut. Sosok yang cukup dihormati oleh komunitas waria di Kota Malang ini dikenal sebagai waria yang sangat getol dalam memperjuangkan haknya di tengah masyarakat. Sudah banyak usaha yang dilakukan untuk menjunjung martabat perempuan dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi HIV/AIDS ke desa-desa dan banyak lagi kegiatan sosial lainnya.

Waria Mentul hanya ingin statusnya sebagai waria diakui oleh masyarakat, setidaknya dihargai keberadaannya. Karena selama ini, Waria Mentul merasa bahwa masyarakat sama sekali tidak mengharapkan kehadiran waria. Dia sangat menginginkan hak hidup, hak mendapatkan pekerjaan, dan hak dihargai yang sama layaknya manusia lain.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, waria yang lahir pada 31 Agustus 43 tahun silam ini digandeng oleh salah satu calon wali kota Malang untuk memeriahkan acara Kartini.

Dalam partisipasinya, waria lulusan ITS Surabaya jurusan teknik Industri ini juga tidak lupa menyusupkan jiwa sosialnya. Di depan kantor wali kota Malang, sekelompok waria lainnya ikut meramaikan berbagai lomba yang diadakan untuk ibu-ibu, seperti tarik tambang, memasukkan paku dalam botol, dan sebagainya. Hadiah berupa sembako dari lomba tersebut akan disumbangkan kepada penyandang HIV/AIDS yang ada di Malang.

"Sebagian dari hadiah yang kami terima nanti, akan disumbangkan pada teman-teman yang terkena HIV/AIDS. Bukan hanya waria saja, tapi juga orang-orang normal lainnya," tuturnya.

Dia mengaku sangat senang bisa bergabung dalam dunia politik, karena hal itu merupakan salah satu misi yang diusungnya selama ini. Meskipun dia mengaku bukan untuk berpihak pada salah satu calon wali kota Malang, namun hal ini bisa menjadi batu loncatan untuk bergerak dan membuktikan diri bahwa waria juga bisa menduduki jabatan di instansi pemerintah.

"Jangan hanya melihat dari penampilan, tapi kualitas seseorang juga harus diperhatikan. Kami memang waria, tapi kami akan menunjukkan bahwa kami mampu. Kami tidak kalah dengan mereka yang sekarang duduk di atas kursi pemerintahan," tuturnya.

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7551