81,3% napi Lapas Anak pengguna Napza
Tanggal: Monday, 29 April 2013
Topik: Narkoba


Waspada Online, 26 April 2013

MEDAN - Upaya kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pembinaan di lapas/rutan. Data pada awal tahun 2013, menunjukkan sejumlah 60,9 persen dari warga binaan di lapas/rutan di Provinsi Sumatera Utara terkait dengan kasus narkoba dan 81,3 persen di antaranya adalah pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza).

Sedangkan penyakit yang terbanyak ditemukan adalah penyakit kulit, namun HIV-AIDS masuk dalam 10 jenis penyakit terbanyak. Hal ini dikatakan, Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, saat berkunjung ke Lapas Kelas II A Anak Medan, hari ini.

Dikatakan, melihat banyaknya isu kesehatan di lapas/rutan, maka Kementerian Kesehatan sangat mendukung adanya intregasi program kesehatan di Lapas Kelas II A Anak Medan, sebagai model pengembangan terapi dan rehabilitasi Napza.

Di tahun 2012, Kemenkes dan Kemenkumham telah menandatangani MoU pada tahun 2009 tentang perlindungan dan rehabilitasi sosial anak yang berhadapan dengan hukum.

Pada tahun 2012, disepakati pula MoU antara Kemenkumham dan Kemenkes tentang mekanisme permintaan second opinion dan penilaian medis bagi narapidana, tahanan dan anak didik pemasyarakatan di lapas/rutan.

Terkait dengan model program terapi Napza yang ada di Lapas Kelas II A Anak Medan, Menkes berharap agar dilakukan langkah-langkah untuk memasukkan pencegahan kekambuhan dalam program tersebut. Selain itu, Menkes juga berharap agar para petugas kesehatan mampu memberikan layanan kesehatan yang bermutu termasuk upaya mendukung pencapaian getting to zero HIV/AIDS. Warga binaan pun hendaknya dapat mengikuti program pembinaan dengan baik.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7560