Jangan ada kekerasan membina napi anak
Tanggal: Monday, 29 April 2013
Topik: Narkoba


Waspada Online, 26 April 2013

MEDAN - Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, memberi apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan model terapi dan rehabilitasi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) di Lapas Kelas II A Anak Medan.

“Dengan adanya pendekatan Therapeutic Community (TC) konseling dan kegiatan kelompok, sangat membantu mengatasi penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ganja,” jelas Menkes RI, di Medan, hari ini.

Menkes mengharapkan, warga binaan pemasyarakatan atau narapidana (napi), terutama anak-anak perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh, disertai curahan kasih sayang. Upaya pembinaan hendaknya tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik atau psikis, tidak diskriminatif, dan selalu memperhatikan pemenuhan hak anak. Hal ini sejalan dengan amanah Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Meski belum ada satupun model terapi yang dapat menjamin pemulihan ketergantungan Napza seseorang, namun yang telah dirintis di Lapas Kelas II A Anak Medan, diharapkan dapat bermanfaat untuk dijadikan percontohan,” ujar Menkes.

Menkes juga memberikan apresiasi kepada para petugas kesehatan di seluruh Lapas/Rutan di Indonesia, Khususnya di Provinsi Sumatera Utara atas dedikasi mereka pada pemberian layanan kesehatan di lapas/rutan.

“Saya merasa bangga dengan dedikasi para petugas kesehatan utamanya dalam layanan aspek promotif- preventif selain aspek kuratif-rehabilitatif, di tengah berbagai tantangan yang ada,” kata Nafsiah.

Dijelaskan, pada tanggal 24 April 20013 ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkumham dengan Kemenkes, tentang pemanfaatan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Bidang Kesehatan. Tujuan dari MoU itu adalah, untuk menjamin tersedianya informasi dan akses sediaan farmasi dan alat kesehatan. Semua ini menunjukan kuatnya intregasi antara kedua kementrian kita.

Kemenkes telah menerbitkan pedoman pelayanan kesehatan anak di lapas/rutan dan menyediakan narasumber, antara lain di bidang kesehatan jiwa dan Napza, intelegensia kesehatan, pengendalian penyakit menular, seperti HIV/AIDS dan penyakit tidak menular. Selain itu Kemenkes juga menyediakan media KIE dan obat-obatan.

“Saya berharap agar apa yang disediakan Kementrian Kesehatan dapat di manfaatkan sebaik-baiknya di Lapas Kelas II A Anak Medan dan di lapas/rutan lainnya,” pungkas Nafsiah.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7561