Tak tunjukkan hasil positif, uji vaksin HIV dihentikan
Tanggal: Monday, 29 April 2013
Topik: HIV/AIDS


Merdeka, 28 April 2013

National Institute of Allergy and Infectious Disease mengumumkan penghentian penelitian vaksin HIV skala besar yang sudah dimulai sejak tahun 2009. Uji vaksin menunjukkan bahwa HVTN 505 tak menunjukkan tanda positif bisa melindungi pasien dari virus HIV.

Hasil ujicoba vaksin minggu ini menunjukkan bahwa penerima vaksin HVTN 505 lebih rentan terkena HIV dibandingkan dengan partisipan yang hanya diberikan placebo, seperti dilansir US News (26/04).

Dari 2.504 sukarelawan dalam penelitian, 1.244 diberikan placebo dan 1.250 diberikan vaksin yang sedang diujicoba. Secara umum, 41 orang yang diberikan vaksin mengidap HIV dibandingkan dengan hanya 30 orang yang diberikan placebo.

Peneliti belum mengetahui mengapa vaksin ujicoba uni tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Pihak berwenang menjelaskan bahwa analisis lebih lanjut sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab hal ini.

Sejak tahun 1980, ketika HIV/AIDS menjadi penyakit yang menyerang secara global, harapan hidup telah semakin meningkat bagi para pasien HIV. Berbagai macam terapi dan pengobatan juga dikembangkan sejak tahun 1990.

Pada tahun 2010, seorang dokter di Jerman mengumumkan cara penyembuhan pertama untuk infeksi HIV yaitu dengan melakukan transplantasi tulang belakang seperti pada pasien leukemia. Pada tahun 2012, US Food and Drug Administration melegalkan obat truvada untuk orang yang berisiko terkena HIV. Truvada sendiri diketahui mampu menurunkan kemungkinan terkena HIV hingga 42 persen.

Sumber
: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7567