Menkes Minta Sumut Fokus Tingkatkan ASI Eksklusif Dan Penurunan Kasus AIDS
Tanggal: Tuesday, 30 April 2013
Topik: Narkoba


Berita Sore, 29April 2013

MEDAN
: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nafsiah Mboi meminta jajaran Dinas Kesehatan se Provinsi Sumaterara meningkatkan pelayanan kesehatan untuk pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Menteri khusus meminta pemerintah daerah fokus meningkatkan persentase pemberian ASI ekslusif dan penularan aids.

Hal itu disampaikan Menkes dalam acara silahturahmi bersama stakeholder kesehatan se Sumut di Ballroom Santika Dyandra Hotel, Jumat (26/4). Hadir sekda Provsu Nurdin Lubis, Hj Sutias Handayani, Kepala Dinas Kesehatan Provsu, kadis kesehatan se Sumut, lsm dan pemangku kebijakan kesehatan. Kunjungan kerja Menkes dalam rangka pencapaian target MDGS tahun 2015. "Tujuan kunjungan kerja sama sama melihat pencapaian bersama, bukan mengkritisi, tapi bagaimana bantu percepatan pencapaian MDGS," ujar Nafsiah.

Menkes dalam pemaparannya membahas berbagai angka indikator kesehatan di Sumut. Secara khusus Menkes mengingatkan beberapa indikator yang dianggap perlu mendapat perharhatian diantaranya persentase pemberian ASI eksklusif.

"Pemberian ASI ekskulusif cuma 34 persen, ini kriminal. Saya dengar beberapa tempat, mudah-mudahan tidak di Sumut, ada bidan yang dibayar untuk memberikan susu formula. Itu melanggar undang undang," ujar Menkes. Target pencapaian 48 persen menurut Menkes juga terlalu rendah, karena idealnya mencapai 90 persen.

"Ini harus menjadi perhatian, kalau benar 34 persen, pasti ini ada main. Jangan ada bidan melacurkan diri dan tidak memberikan hak anak. Paling tidak angka pemberian ASI eksklusif sudah 80 persen," ujar Nafsiah.

Selain itu, Menkes juga mengkomentari angka kasus HIV AIDS yang cenderung meningkat pesat di Sumut. Tahun 1994 kasus AIDS tercatat 41kasus dan meningkat pada tahun 2012 menjadi 1.216 kasus.

Menkes mengatakan jumlah kasus HIV/AIDS di Sumut semakin meningkat yang berarti usaha masih kurang baik. Harusnya, katanya, upaya preventif dan promotif digalakkan, supaya jangan berperilaku berisiko.

Menkes meminta para pemangku kebijakan terkait meningkatkan kerjasama penanganan persoalan AIDS di Sumut. "Ini sangat menyedihkan, di Sumut hanya 17 kab kota ada pelayanan HIV/AIDS. Mohon alokasikan anggaran yang cukup," ujarnya. Angka kematian karena AIDS 751 tahun 2012 menurut Menkes masih terlalu tinggi.

Gubsu dalam sambutan yang dibacakan Sekda Provsu meminta aparatur di lingkungan kesehatan terus berupaya meningkatkan motivasi kerja dan profesional. Gubsu juga meminta setiap kepala daerah fokus pada upaya pencapaian MDGS. (lin)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7570