Obat HIV Semakin Dekat
Tanggal: Tuesday, 30 April 2013
Topik: HIV/AIDS


Kompas.com, 30 April 2013

Para ilmuwan dari Denmark optimis mereka sudah semakin dekat menemukan obat untuk mengatasi human immunodeficiency virus (HIV).

Riset yang dilakukan tim dari Aarhus University Hospital sudah sampai pada uji klinis pada manusia menggunakan strategi baru yang terbukti efektif pada uji laboratorium.

Padahal beberapa hari sebelumnya diberitakan bahwa penelitian pemerintah AS untuk mengembangkan vaksin AIDS dihentikan karena percobaan klinis menunjukkan hasil mengecewakan.

Tim ilmuwan dari Denmark menggunakan terapi yang mengenyahkan virus dari semacam tendon yang terbuat dari sel DNA, yang dengan bantuan sistem imun tubuh dan sedikit bantuan dari vaksin, bisa dihancurkan.

Meski terapi tersebut terbukti efektif saat dicoba menggunakan sel kulit manusia di laboratorium, efikasi atau keberhasilan pada tubuh manusia belum terbukti.

"Tantangannya adalah membuat sistem imun pasien mengenali virus dan menghancurkannya. Ini tergantung pada kekuatan dan sensitivitas sistem imun individu," kata Dr.Ole Sogaard, peneliti senior.

Penelitian pada manusia itu akan melibatkan 15 pasien dengan dana dari Danish Research Council sebesar 2,1 juta dollar. Studi serupa juga dilakukan tim ilmuwan Inggris dari lima universitas. Kedua riset itu bertujuan untuk menyembuhkan orang yang sudah terinfeksi virus, bukan mencegah HIV atau AIDS.

Dr.Anthony Fauci, kepala U.S National Institute of Allergy and Infectious Diseases, mengatakan kegagalan riset pengembangan vaksin AIDS memang "mengecewakan, tetapi menurutnya setidaknya ada informasi penting yang diperoleh. Penelitian itu melibatkan 2.504 relawan di 19 kota di Amerika Serikat sejak tahun 2009. Sebelum ini, sudah dilakukan berbagai studi untuk vaksin baru AIDS namun semuanya menemui kegagalan.

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7579