Ratusan Suami Di NTT Tularkan HIV Ke Istri
Tanggal: Saturday, 04 May 2013
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 04 Mei 2013

Kupang - Sampai dengan Desember 2012, kasus HIV dan AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 1.918 kasus. Dari data tersebut, 200 lebih ibu rumah tangga menjadi kelompok dengan penyebaran HIV dan AIDS paling besar jika ditilik dari jenis pekerjaan.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Provinsi NTT dr. Husein Pancratius mengatakan, meski belum dilakukan study yang mendalam tentang faktor penyebab ibu-ibu rumah tangga di NTT menempati urutan teratas terinveksi HIV berdasarkan jenis pekerjaan. Namun, dipastikan bahwa 200 lebih ibu rumah tangga di NTT yang terinveksi HIV dan Aids karena ditularkan oleh para suami.

Untuk meningkatkan sosialisasi pencegahan virus tersebut kapada masyarakat, Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan dana sebesar Rp 700 juta pada tahun 2012 dan Rp 1, 250 miliar pada tahun 2013. “Pemerintah Kabupaten dan Kota belum memberi perhatian kepada persoalan tersebut," kata Husein di Kupang, pekan lalu.

Ia menjelaskan, perlu ada regulasi di tingkat desa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS sehingga gemanya bisa terdengar sampai ke tingkat akar rumput. Diharapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan Obat Anti Retriviral (ARV) di daerah, sehingga stok obat tersebut tidak putus seperti yang pernah dialami ODHA di Pulau Flores beberapa waktu lalu.

“Alokasi DAK tersebut selain untuk pengadaan obat ARV juga bisa dimanfaatkan untuk Pemberdayaan para Ibu Korban HIV dan AIDS yang hidupnya melarat,” katanya.

Husein mengatakan, untuk melakukan deteksi dini terhadap HIV dan AIDS, KPAD Provinsi NTT mulai tahun 2013 ini, mendorong ibu hamil untuk melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tujuannya untuk mengetahui apakah ibu dan janin itu mengidap HIV atau tidak.

Upaya ini harus dilakukan karena NTT telah menjadi daerah dengan penyebaran HIV dan AIDS yang cukup mencemaskan. Sangat disayangkan dengan kondisi NTT terkait penyebaran HIV dan AIDS dan diibaratkan sebagai gunung es yang sesekali meluap dan membahayakan.

Menurut Husein, KPAD NTT berobsesi agar tidak ada lagi orang terinveksi baru HIV dan Aids. Artinya, tidak ada lagi bayi lahir dengan HIV positif. Untuk itu, KPAD NTT mendorong prevention of mother to child transmition (PMT) untuk mencegah tranmisi HIV dari ibu yang positif kepada bayi. [mes]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7588