Kasus HIV/AIDS di Mimika mengkhawatrikan
Tanggal: Wednesday, 08 May 2013
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 07 Mei 2013

TIMIKA - Ketua Komisi B DPRD Mimika, Papua, Wilhelmus Pigai menyatakan kekhawatirannya terhadap perkembangan kasus HIV/AIDS di wilayah itu dan mendesak pemerintah daerah untuk memberi perhatian lebih serius.

Berbicara kepada Antara di Timika, Selasa, Wilhelmus mengatakan sesuai data yang diterima dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat, sudah lebih dari 3.000 orang Mimika terinfeksi HIV dan 500 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) saat ini membutuhkan penanganan.

"Masalah HIV/AIDS di Papua terutama di Mimika sudah sangat serius. Karena ini masalah serius, maka membutuhkan penanganan serius. Dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk penanganan masalah ini harus lebih ditingkatkan sehingga hasilnya lebih maksimal," tutur Wilhelmus.

Berdasarkan data dari KPA Mimika, hingga September 2012 jumlah kasus HIV/AIDS di Mimika telah mencapai 3.184 kasus dan hanya 56 persen orang yang terinfeksi memiliki akses untuk mendapatkan obat anti retro viral (ARV).

Pada periode Maret-September 2012 ditemukan 361 kasus HIV/AIDS baru terdiri atas 128 kasus HIV dan 233 kasus AIDS. Hanya 66 persen dari temuan baru tersebut yang sudah bisa mengakses ARV.

Penularan kasus HIV masih didominasi melalui hubungan seks berisiko. KPA telah menyediakan 83 outlet kondom di Timika dan sekitarnya sebagai salah satu upaya untuk menekan penularan HIV/AIDS. Namun hanya 60 persen dari kondom yang telah didistribusikan digunakan secara konsisten oleh Wanita Pekerja Seks (WPS) di Timika.

Menurut Wilhelmus, dalam beberapa tahun ke depan Kabupaten Mimika akan mengalami masalah besar akibat terus meningkatnya angka penularan HIV/AIDS.

Semakin banyak anak yang akan kehilangan orang tua, apalagi juga ditemukan infeksi HIV dari ibu ke anak yang sedang menyusui sebanyak enam kasus pada periode Maret-September 2012.

"Kita akan menanggung ongkos sosial yang sangat besar dari masalah ini. Semua komponen harus bersama-sama terlibat dalam upaya penanganan masalah HIV/AIDS ini dan hendaknya pemerintah daerah mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota di Papua memberikan dukungan anggaran yang lebih memadai," harap Wilhelmus.

Di Mimika, katanya, alokasi anggaran dari APBD untuk penanganan masalah HIV/AIDS di seluruh distrik (kecamatan) hanya sekitar Rp1,5 miliar setiap tahun. Anggaran tersebut dinilai masih sangat minim dibanding dengan beban masalah yang dihadapi oleh daerah.

Wilhelmus juga menyambut positif keterlibatan berbagai kalangan dalam penanganan masalah HIV/AIDS di Mimika seperti yang dilakukan oleh Yayasan Caritas Timika Papua (YCTP) selama dua tahun terakhir.

YCTP dengan dukungan pendanaan dari lembaga USAID melakukan program pencegahan penyakit menular seksual dan komunikasi perubahan perilaku dengan menyediakan layanan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan VCT serta pelaksanaan KIE bagi masyarakat berusia 15-49 tahun dengan fokus di tiga distrik yakni Mimika Baru, Mimika Timur dan Kuala Kencana.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7597