Gonorhea Tidak Seburuk Penyakit AIDS
Tanggal: Friday, 10 May 2013
Topik: Narkoba


TEMPO.CO, 09 Mei 2013

Manhasset -- Penyakit Gonorhea yang telah resisten terhadap antibiotik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Artikel terbaru CNBC.com berjudul Sex Superbug Could Be 'Worse Than AIDS yang dikutip oleh Alan Christianson, seorang dokter naturopati. Ia mengatakan bahwa suatu strain antibiotik yang resisten dari penyakit menular seksual Gonorhea mungkin jauh lebih buruk daripada AIDS dalam jangka pendek. Pasalnya, bakteri tersebut lebih agresif dan akan mempengaruhi banyak orang dengan cepat.

Namun, beberapa ahli menyebutnya sebagai perbandingan yang sangat hiperbolik. "Saya tidak setuju dengan perbandingan itu, " kata Dr Bruce Hirsch, seorang ilmuwan yang menghadiri diskusi penyakit menular di North Shore University Hospital di Manhasset, New York. Menurutnya, tingkat komplikasi Gonorhea dalam hal sistemik jauh lebih rendah daripada tingkat kompilasi infeksi AIDS yang tidak diobati.

Artikel CNBC.com tersebut mengatakan bahwa strain tertentu Gonorhea mungkin menempatkan seseorang pada syok septik dan kematian dalam hitungan hari. Tingkat kompilasi yang mengancam jiwa seperti sepsis dari penyakit ini hanya sekitar 1 persen. Sementara tingkat kematian akibat AIDS yang tidak diobati adalah 98 persen.

"Pada titik ini, AIDS adalah infeksi fatal, sedangkan pasien Gonorhea sangat jarang mati karena kondisi tersebut," kata Dr Carlos del Rio, ketua Departemen Kesehatan Global di Universitas Emory Rollins School of Public Health. Kedua ahli menekankan bahwa Gonorhea yang resisten antibiotik adalah masalah yang sangat serius.

Gonorhea menjadi semakin resisten terhadap antibiotik. Centers for Disease Control and Prevention mengatakan bahwa hanya adal satu obat tersisa yanng dapat digunakan untuk pengobatan lini pertama untuk penyakit ini. Ceftriaxone yaitu antibiotik diberikan melalui suntikan dianjurkan untuk digunakan bersama dengan antibiotik lainnya, seperti seperti azitromisin atau doxycycline selama tujuh hari.

Pada tahun 2011, di Amerika serikat ada lebih dari 300 ribu kasus Gonorhea. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea dan menyebar melalui aktivitas seksual. Orang dengan penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala. Tetapi laki-laki lebih cenderung memperlihatkan gejala daripada wanita.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk kemandulan dan nyeri panggul kronis pada wanita. Dan pada laki-laki akan menjadikannya peradangan menyakitkan pada saluran yang melekat pada testis jika tidak diobati.

"Jika Gonorhea menjadi resisten terhadap antibiotik, maka kita akan berada dalam situasi yang sama pada tahun 1800," kata Hirsh. Penggunaan kondom yang tepat dapat mengurangi resiko terkena Gonorhea. Selain itu, cara terbaik mencegahnya adalah tidak berhubungan seks atau berada dalam hubungan monogami yang telah diuji tak terinfeksi Gonorhea.

Sumber: http://www.tempo.co




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7600