Warga Resos SK Terkendala dalam Sosialisasi Kondom
Tanggal: Friday, 10 May 2013
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 09 Mei 2013

SEMARANG
- Warga binaan kompleks resosialiasi Argo Rejo atau Sunan Kuning (SK), Semarang Barat, mengaku banyak mengalami kendala dalam upaya menyosialisasikan penggunaan kondom bagi pelanggannya.

Pipit, salah seorang peer edicator (PE), yakni semacam orang yang dituakan di sebuah wisma (sebutan untuk rumah yang dihuni oleh beberapa pekerja seks komersial) mengatakan, "Iya memang kebanyakan para pelanggan itu susah untuk disuruh memakai kondom pelindung," kata Pipit, Kamis (9/5).

Padahal adalah hukumnya wajib bagi semua konsumen yang akan melakukan hajat seksualnya di SK untuk menggunakan kondom sebagai upaya untuk pencegahan penyakit menular seperti HIV-Aids.

Untuk itu, Silvy dan beberapa PE lainnya memiliki cara, "Kalau pelanggan nggak mau pakai kondom, kami-kami yang memakai kondom wanita," kata Silvy, saat berada di pertemuan si Aula Resos Argo Rejo, Kamis (9/5).

Menurut Suwandi, Kepala Resos, setap bulan pihaknya membutuhkan setidkanya lebih dari 4 ribu kondom. Tapi kebutuhan kondom masing-masing wisma berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan masing-masing PSK. Setiap SK dalam satu malam melayani antara dua sampai empat pelanggan.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7602