Penderita HIV/AIDS Masih Alami Diskriminasi Dalam Pelayanan Kesehatan
Tanggal: Friday, 10 May 2013
Topik: HIV/AIDS


REPUBLIKA.CO.ID, 09 Mei 2013

BANDARLAMPUNG -- Koordinator Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), Baby Nasution, mengatakan, perempuan penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome di Lampung masih mengalami diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.

"Penjelasan dari beberapa perempuan yang terkana HIV/AIDS tersebut, mengaku kesulitan mendapatkan pelayanan seperti kesehatan reproduksi dan pelayanan kesehatan anak dan ibu," kata Baby Nasution di Bandarlampung, Kamis (9/5).

Menurutnya, keluhan diskriminasi dari perempuan positif HIV/AIDS di Lampung cukup tinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. "Selain perlakuan diskriminasi, stigma negatif dari masyarakat dan keluarga juga masih tinggi," ujarnya.

Dalam pertemuan yang membahas tentang kesehatan reproduksi perempuan, beberapa peserta positif HIV/AIDS sempat menangis karena mendapat perlakuan yang tidak wajar dari masyarakat, bahkan dari keluarga sendiri.

"Padahal, memperoleh pelayanan kesehatan dan kesetaraan adalah hak semua warga negara, lantas mengapa ada pembedaan," tuturnya menjelaskan.

Selain stigma negatif, hal lain yang membuat Baby prihatin adalah perempuan positif HIV/AIDS di Lampung kurang bermunculan di media.

"Ini ada apa, justru yang saya temukan banyak nama-nama mereka yang menjadi sumber disamarkan namanya, kondisi ini berbeda di Sumatera lainnya, justru mereka malah berebut untuk muncul di media, tanpa harus malu," katanya menegaskan.

Berdasarkan catatan IPPI di Lampung, perempuan positif HIV/AIDS di provinsi itu terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terdapat sekitar 400-an perempuan yang dinyatakan positif HIV/AIDS dan penularan tersebut. Menurut salah satu perempuan positif di Lampung Ade Komariyah, mereka adalah perempuan rumah tangga yang proses penularannya dari pasangannya sendiri.

"Perempuan yang kurang mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi justru rentan tertular penyakit tersebut," ujar Ade menambahkan.

Seperti diketahui Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.

Sumber: http://www.republika.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7604