Dalam 15 Tahun Terakhir, 144 Warga Banten Meninggal Akibat HIV/AIDS
Tanggal: Saturday, 11 May 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 11 Mei 2013

Serang - Selama kurang lebih 15 tahun terakhir, atau sejak tahun 1998 sampai dengan Maret 2013, tercatat sebanyak 144 warga Banten yang meninggal akibat mengidap HIV/AIDS. Total warga Banten yang mengidap HIV/AIDS selama kurun waktu itu sendiri mencapai sebanyak 2.731 orang, yang terdiri atas 1.844 yang terinfeksi HIV serta 887 yang sudah menderita AIDS.

Project Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arif Mulyawan mengatakan, dari data yang didapat Dinas Kesehatan Provinsi Banten, untuk di Kabupaten Serang yang berstatus HIV mencapai 350 orang, penderita AIDS sebanyak 60 orang, dan kasus kematian akibat HIV/AIDS sebanyak 21 orang. Lalu untuk di Kota Serang, penderita HIV sebanyak 45 orang, AIDS 71 orang dan kasus kematian 26 orang.

Selanjutnya, di Kabupaten Pandeglang, penderita HIV sebanyak 48 orang, AIDS 22 orang dan kasus kematian 13 orang; Kabupaten Lebak penderita HIV 46 orang, AIDS sebanyak 57 orang dan kasus kematian 13 orang; Kabupaten Tangerang, penderita HIV 487 orang, penderita AIDS sebanyak 239 orang dan kasus kematian 14 orang. Lantas di Kota Tangerang penderita HIV sebanyak 674 orang, AIDS 311 orang dan kasus kematian 21 orang; serta di Kota Tangerang Selatan penderita HIV sebanyak 85 orang, AIDS sebanyak 28 orang dan kasus kematian 1 orang.

"Sedangkan untuk di Kota Cilegon, kasus HIV sebanyak 115 orang, AIDS sebanyak 79 orang dan kasus kematian sebanyak 35 orang," jelas Arif, di Serang, Jumat (10/5). Arif juga mengatakan bahwa Provinsi Banten telah masuk 10 besar tertinggi kasus HIV/AIDS di Indonesia. Bahkan, estimasi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ada di Banten saat ini mencapai sebanyak 5.250 orang. "Memang, penanganan yang dilakukan oleh pemerintah harus serius, karena perkembangan kasus HIV/AIDS ini begitu cepat," terangnya.

Dikatakan pula, penularan HIV/AIDS yang ada di Banten umumnya karena perilaku seks yang tidak benar atau tidak dengan pasangannya. "Penularanya lebih karena faktor seks bebas," ujarnya.

Sayangnya, dari informasi yang dihimpun pula, lima klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) serta Care, Support and Treatment (CST) untuk penanganan penderita HIV/AIDS, yaitu di RSUD Serang, RSUD Cilegon, RSUD Tangerang, RS Alkadar Kota Tangerang, RS Husada Insani Kota Tangerang dan RSUD Kabupaten Lebak, justru vakum dalam melayani pasiennya. Hal itu terjadi karena minimnya operasional untuk menjalankan klinik-klinik tersebut.

Namun, Koordinator Klinik VCT dan CST RSUD Serang, Santoso, mengatakan bahwa tidak semua klinik tersebut vakum. Walaupun dia juga mengakui, jika saat ini terdapat keterbatasan dana untuk operasional.





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7605