65 persen penderita HIV/AIDS di Kepri remaja
Tanggal: Monday, 13 May 2013
Topik: HIV/AIDS


Waspada Online, 12 Mei 2013

TANJUNGPINANG - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kepulauan Riau, Aisyah Sani mengatakan sebanyak 65 persen penderita "human immunodeficiency virus infection/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS)" di daerah setempat adalah remaja.

"Kami prihatin mendengar laporan dari Dinas Kesehatan yang menyebutkan bahwa pengidap HIV/AIDS di Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 65 persen dari kalangan remaja, usia rata-rata 15 sampai dengan 29 tahun," kata Aisyah Sani saat sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada para pelajar di Tanjungpinang, hari ini.

Menurut Aisyah, hal tersebut sangat memprihatinkan, karena remaja sebagai generasi penerus bangsa justru terjerumus dalam hal yang seharusnya tidak terjadi.

"Pemuda adalah generasi penerus bangsa, sehingga sudah seharusnya melakukan hal-hal yang positif dan kreatif. Jauhi narkoba dan hindari seks bebas. Semua itu hanya menimbulkan mudarat daripada manfaat," kata istri Gubernur Kepri Muhammad Sani tersebut.

Yang lebih memprihatinkan menurut dia, saat ini bahkan banyak kalangan ibu hamil yang juga mengidap HIV/AIDS, sehingga ketika bayi mereka lahir dalam keadaan tertular penyakit yang mematikan tersebut.

Sementara itu Gubernur Kepri, Muhammad Sani yang membuka sosialisasi tersebut mengatakan satu-satunya cara yang bisa dilakukan baru sebatas mencegah. Adapun pencegahan itu harus dimulai sejak dini, dengan melakukan berbagai sosialisasi.

"Untuk mencegah HIV/AIDS, kita semua harus membentengi diri. Pelajaran yang paling mendasar adalah di dalam diri kita sendiri karena sosialisasi seperti ini hanya mediasi saja. Selebihnya diri sendirilah yang menentukan," kata Sani.

Menurut Sani, sosialisasi bahaya HIV/AIDS harus secara terus-menerus dilakukan, di mana saja dan kapan saja. Semua pihak harus terlibat, termasuk wartawan. "Kenapa saya katakan demikian, karena mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua termasuk para tokoh agama," ujar Sani.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana menyampaikan, sosialisasi HIV/AIDS bagi kalangan pelajar sedang digalakkan oleh Pemprov Kepri.

"Saat ini, tingkat pengetahuan pelajar akan bahaya HIV/AIDS hanya 22 persen. Ditargetkan tahun 2013 sudah bisa mencapai 80 persen dan di akhir 2015 sudah mencapai 90 persen," ujarnya.

Sumber: http://www.waspada.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7606