75 Persen Pengidap HIV Usia Remaja
Tanggal: Monday, 13 May 2013
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 13 Mei 2013

Tanjungpinang - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Provinsi Kepri yang terdeteksi setiap tahun cenderung meningkat. Pada tahun 2011, dari data di 7 kabupaten/kota terdapat sebanyak 704 orang. Sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 852 orang, dan 75 persen penderitanya adalah remaja.

Sementara itu data pengidap AIDS dari tahun 2011 berjumlah 265 orang dan telah meninggal 66 orang. Pada tahun 2012 penderita AIDS berjumlah 308 dan meninggal sebanyak 108, sementara untuk tahun 2013 sudah ditemukan orang yang terjangkit namun belum ada laporan resmi dari 7 kabupaten/kota di Kepri.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, dr Inrike disela acara kegiatan sosialisasi bahaya HIV/AIDS bagi kalangan pelajar di Halaman Belakang Gedung Daerah Kepri di Tanjungpinang, Minggu (12/5).

"Dari data tersebut pengidap HIV/AIDS 65 persennya terdapat di Kota Batam disusul dari Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang. Sementara pengidap HIV/AIDS Laki-laki sebanyak 52 persen sementara perempuan sebanyak 48 persen," jelasnya.

Inrike juga menambahkan, selain itu kasus HIV/AIDS yang ditemukan juga kebanyakan dari usia remaja dari umur 15 hingga 29 tahun dan juga dari ibu rumah tangga yang terpapar dari suami.

"Dari data tersebut 75 persen pengidap HIV/AIDS merupakan anak remaja dan disusul oleh ibu rumah tangga. Penanggulangan dan penanganan HIV/AIDS di Kepri telah membuka layanan di tiga wilayah, yakni di Kota Batam, Karimun dan Tanjungpinang dengan voluntary counseling and testing (VCT). VCT adalah proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidental dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV," ungkap Inrike.

Sementara itu, Gubernur Kepri HM Sani yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan, HIV/AIDS merupakan penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan baru sebatas mencegah. Adapun pencegahan itu harus dimulai sejak dini, dengan melakukan berbagai sosialisasi.

"Untuk mencegah HIV/AIDS, kita semua harus membentengi diri. Pelajaran yang paling mendasar adalah di dalam diri kita sendiri. Sosialisasi seperti ini hanya mediasi saja. Selebihnya diri sendirilah yang menentukan," kata Sani.

Sani menambahkan, sosialisasi harus secara terus-menerus dilakukan, dimana saja dan kapan saja. Semua pihak harus terlibat baik tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk media.

"Kenapa saya katakan demikian, karena mensosialisasikan bahaya AIDS ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, termasuk para tokoh agama," ujar Sani lagi.

Kegiatan sosialisasi bahasa HIV/AIDS tersebut diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepri. Dalam laporannya, Ketua TP PKK Kepri Aisyah Sani mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena merasa prihatin mendengar laporan dari Dinas Kesehatan yang menyebutkan bahwa pengidap HIV/AIDS di Kepri banyak dari kalangan remaja, yakni pada usia rata-rata 15 sampai 29 tahun.

Hal itu tentu sangat memprihatinkan, karena remaja yang notabene sebagai generasi penerus bangsa, namun justru terjerumus dalam hal yang seharusnya tidak terjadi.

"Data yang saya dapat dari Dinas Kesehatan tersebut sangat memprihatinkan. Pemuda adalah generasi penerus bangsa, sehingga sudah seharusnya melakukan hal-hal yang positif dan kreatif. Jauhi narkoba dan hindari seks bebas. Semua itu hanya menimbulkan mudarat daripada manfaat," pesan Aisyah Sani.

Katanya, lebih memprihatinkan lagi, saat ini bahkan banyak kalangan ibu hamil yang juga mengidap HIV/AIDS, sehingga ketika bayi mereka lahir dalam keadaan tertular penyakit yang mematikan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana menyampaikan, sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bagi kalangan pelajar memang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

"Saat ini pada tahun 2012 tingkat pengetahuan pelajar akan bahaya HIV/AIDS hanya 22 persen saja. Ditargetkan pada tahun 2013 sudah bisa mencapai 80 persen, dan di akhir 2015 sudah mencapai 90 persen. Kegiatan ini nantinya akan dilakukan di seluruh sekolah di Kepri," ujarnya. [mes]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7607