Seluruh Perawat di Bogor Siap Sosialisasikan Bahaya HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 14 May 2013
Topik: HIV/AIDS


Pos Kota, 14 Mei 2013

BOGOR – Komisi Penanggulangan HIV/Aids daerah Kota Bogor, terus melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bahayanya penyakit ini.Sosialisasinya kali ini, KPAD bekerjasama dengan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kota Bogor.

Bertempat di aula Dinas Kesehatan Kota Bogor, ratusan perawat mendapat pembekalan dari asisten administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan, Azrin Syamsudin, yang juga Ketua harian KPAD Kota Bogor. Sementara narasumber utamanya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Rubaeah, dan Sekretaris KPAD Kota Bogor, Yeti Rochyati.

Ketua PPNI Kota Bogor, Yusniar Ritonga mengatakan, sosialisasi bahaya HIV/AIDS merupakan rangkaian dari acara peringatan Hari Perawat Sedunia yang jatuh Minggu (12/5).

“Perawat dari 12 rumah sakit dan klinik swasta yang ada di Kota Bogor, menjadi peserta. Sosialisasi ini untuk mengingatkan perawat, akan bahaya HIV/AIDS. Pasalnya perawat bersentuhan langsung dengan pasiennya,”kata Yusniar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Rubaeah mengatakan, semua puskesmas yang ada di Kota Bogor, siap memberikan pelayanan VCT (Voluntary Couseling and Testing) kepada masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan HIV/AIDS. “VCT telah kita disiapkan di puskesmas dan sejumlah rumah sakit untuk membantu masyarakat mengenal apa itu HIV/AIDS. Rahasia masyarakat sangat dijamin,”ujarnya.

Walau fasilitas telah disediakan, ia mengakui, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke VCT masih rendah. Haktor kurang pemahaman tentang HIV/AIDS dan adanya stigma yang menyebabkan orang dengan HIV/AIDS di kucilkan dari kelompok, menjadi faktor apatisnya warga melakukan pemeriksaan.

dr Rubaeah menambahkan, berdasarkan laporan dari sejumlah Puskesmas kebanyakan para ibu hamil atau ibu rumah tangga masih menolak untuk di tes VCT. Padahal, sangat baik dan penting pemeriksaan VCT untuk pencegahan dini, melindungi ibu dan anak dari penyebaran penyakit berbahaya ini.

“Dengan pemeriksaan diri akan diketahui apakah si ibu dan bayinya tertular HIV/AIDS atau tidak. Apabila si ibu diketahui positif maka akan diberi bimbingan dan konseling selama ia hidup,”kata Rubaeah. (yopi)





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7608