Penderita HIV/AIDS di Magelang Capai 49 Orang
Tanggal: Wednesday, 22 May 2013
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 21 Mei 2013

MAGELANG - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Magelang saat ini mencapai 49 orang. "Itu yang tercatat nama maupun alamatnya. Sesuai aturan kami tidak boleh menyebutkan identitasnya termasuk jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Magelang, Drs Surasmono MM, Selasa (21/5).

Namun berdasar asumsi dari Komisi Penanggulangan AIDS Pusat, jumlah penderita di kota ini mencapai 200 orang. "Mereka punya hitungan sendiri, bagaimana cara menghitungnya kami tidak tahu. Yang jelas informasi ini merupakan peringatan dan harus diantisipasi," tutur mantan Sekda Kota Magelang tersebut.

Dia mengaku tidak tahu strata sosial penderita maupun apakah setiap tahun jumlah penderita meningkat atau tidak. "Yang jelas penularannya disebabkan karena hubungan seks bebas berganti-ganti pasangan, transfusi darah, jarum suntik yang digunakan bergantian oleh pecandu narkoba dan air susu ibu," ujarnya.

Selain itu, suami yang menderita HIV/AIDS kemudian hubungan intim dengan istrinya dan mengandung, maka anak dalam kandungan juga tertular. "Yang mengerikan seperti itu. Cabang bayi yang tidak berdosa terkena HIV/AIDS karena perbuatan ayahnya. Juga ibu terkena kemudian memberi air susu ibu maka bayinya akan tertular," ungkapnya.

Untuk mengobati para penderita, lanjut Surasmono, pihaknya mengantar penderita berobat ke RSUD Temanggung, RS Dr Sardjito Yogyakarta dan RS di Ambarawa.

"Rumah sakit di Kota Magelang belum ada pengobatan HIV/AIDS. Kami sedang mengusulkan ke Pemprov Jateng dan pemerintah pusat supaya RSU Tidar dan RS Tentara dr Sudjono dilengkapi fasilitas pengobatan penyakit tersebut," terangnya sambil berharap usulan itu secepatnya bisa direalisasi, sehingga penderita tidak perlu berobat ke luar kota.

Dia menambahkan, HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh. Penderita rutin diberi obat supaya tidak berkembang menjadi AIDS. Namun penyakit itu tidak bisa disembuhkan.

"Orang yang punya risiko tinggi terkena HIV, antara lain mereka yang sering ganti pasangan dan pecandu narkoba, sebaiknya periksa. Pemeriksaan bisa di RSU Tidar, Puskesmas Magelang Selatan maupun Balai Pengobatan Paru-Paru di Magelang. Rahasia dijamin oleh instansi yang memeriksanya," tegasnya.

Rencananya pada 28 Mei 2013 pukul 19.30 di Alun-alun, Komisi Penanggulangan AIDS Kota Magelang akan menggelar kegiatan Malam Renungan AIDS Nusantara. Pada acara yang dihadiri lapisan masyarakat, penderita HIV/AIDS akan menceritakan kenapa sampai tertular penyakit tersebut. "Bentuknya mungkin tertulis, karena penderita tidak boleh ditampilkan," katanya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7623