Aktivis HIV/AIDS Kediri Mogok Bagikan Kondom
Tanggal: Thursday, 23 May 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 22 Mei 2013

KEDIRI - Para aktivis sosial yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mogok membagikan kondom bantuan pada seluruh eks lokalisasi maupun outlet-outlet di tempat berrisiko tinggi penularan HIV/ADIS, Rabu (22/5/2013).

Selain mogok membagikan kondom, para relawan yang tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) di bawah naungan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) itu juga beramai-ramai mengembalikan sisa jatah alat kontrasepsi yang diperuntukkan bagi laki-laki maupun perempuan kepada KPAD setempat.

Sanusi, perwakilan relawan mengatakan, aksi itu sebagai bentuk protes terhadap langkah kepolisian Kabupaten Kediri yang tengah menyelidiki dugaan pelanggaran aturan atas biaya distribusi kondom bantuan kepada masyarakat.

"Kepolisian mempermasalahkan biaya Rp 1.000 yang dibebankan pada tiap kondom," kata Sanusi.

Padahal, kata Sanusi, biaya itu tidak menjadi masalah karena sudah sesuai kesepakatan masing-masing outlet maupun pihak KPAD. Kesepakatan itu menurutnya juga dibuat berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh KPA Nasional tentang penentuan harga yang disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Ia menambahkan, dalam ketentuan itu tertera biaya per kondom Rp 500 atau disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Kelebihan biaya itu, menurutnya, juga diperuntukkan sebagai dana operasional outlet mengingat tidak adanya budget khusus untuk pembiayaan outlet itu.

"Dari sini seharusnya tidak ada masalah," katanya.

Tindakan kepolisian yang mengusut masalah biaya kondom sejak Maret lalu itu, menurut Sanusi, membuat para relawan, terutama pengelola outlet-outlet yang dititipi kondom resah karena diperiksa polisi. Sehingga mereka sepakat untuk melakukan pemogokan ini.

"Mereka yang minoritas itu telah bekerja secara sukarela, kini menjadi khawatir dan takut karena berurusan dengan kepolisian. Dari semua daerah di Indonesia, hanya kepolisian Kediri yang seperti ini," kata Sanusi.

Sanusi menyayangkan sikap kepolisian Kediri. Apalagi, kata Sanusi, selama ini kepolisian juga sama-sama menjadi anggota tim penanggulangan penyakit HIV/AIDS sejak tahun 2007 silam.

"Kalau ini salah, kepolisian juga harus ikut tanggung jawab," tandasnya.

Data yang dihimpun, di Kabupaten Kediri terdapat delapan eks lokalisasi yang menjadi sasaran pendistribusian kondom. Selain eks lokalisasi, pendistribusian juga dilakukan ke tempat-tempat hiburan malam. Pendistribusian itu bertujuan mengendalikan penularan infeksi menular seksual (IMS).

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7628