Sepuluh Persen Penduduk Ciamis Diduga Idap HIV
Tanggal: Thursday, 23 May 2013
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 23 Mei 2013

CIAMIS - Sejak klinik Galuh Medika di RSU Ciamis dibuka, hanya ada 10 pasien terduga HIV yang berobat ke klinik khusus untuk pasien penderita HIV/AIDS tersebut. Dari 10 pasien yang pernah dan sedang ditangani di klinik Galuh Medika, 8 orang positip mengidap HIV.

"Dari 8 pasien yang positip mengidap HIV tersebut, lima orang masih rutin berobat di Galuh Medika dan dua orang dirujuk ke RSHS. Sementara seorang lagi drop out dengan alasan domisilinya jauh dari RSU Ciamis," ujar salah seorang konselor HIV/AIDS yang juga pengelola klinik Galuh Medika, dr Ramdhan Fasya, Selasa (21/5/2013).

Ditemui seusai pertemuan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ciamis di Sekretariat PPNI Ciamis, Ramdhan mengatakan kedelapan penderita HIV yang ditangani klinik Galuh Medika, awalnya merupakan pasien yang menjalani rawat inap di ruang perawatan RSU Ciamis yang kemudian diketahui sebagai pasien pengidap HIV.

"Mereka yang ditangani klinik Galuh Medika hampir semuanya terjaring dari pasien rawat inap. Nyaris tidak ada yang datang berobat atau konsultasi dengan kesadaran sendiri," ujarnya.

Warga yang merasa sudah sudah terpapar HIV, kata Ramdhan, dapat menggunakan layanan kesehatan klinik Galuh Medika RSU Ciamis ini. Ramdhan mengatakan identitas pasien yang berobat di klinik Galuh Medika akan dirahasiakan. Penanganan pasien penderita HIV/AIDS di Klinik Galuh Medika RSU Ciamis, kata Ramdhan, tidak terbuka seperti poliklinik yang umum.

Di klinik Galuh Medika, ujar Ramdhan, penderita HIV tidak hanya mendapatkan obat gratis tetapi juga layanan CST (care support and treatment).

Menurut aktivis LSM Wisma yang peduli HIV/AIDS, sejak 2007 hingga 2013, pihaknya sudah mendampingi 43 pengidap HIV di Ciamis untuk mendapatkan pengobatan dan layanan kesehatan yang layak.

"Dua belas orang di antaranya sudah meninggal dunia. Dan 12 lainnya sampai sekarang masih rutin didampingi untuk berobat, yakni 5 orang berobat di RSU Ciamis dan lebihnya di luar Ciamis. Mereka dapat obat gratis dan hanya bayar retribusi saja," ujar seorang aktivis LSM Wisma, Yogi.

Dua belas penderita HIV yang didampingi LSM Wisma, menurut Yogi, di antaranya 5 orang perempuan. Para penderita HIV ini, kata Yogi, berasal dari kalangan rumah tangga, PSK, waria, dan adanya juga LSL (lelaki penyuka laki-laki).

Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakin dan Penanggulangan Bencana (P4B) Dinkes Ciamis, H Osep Hernandi SMK MKes, mengatakan di Ciamis sejak 1999-2010, terdata pengidap HIV (34 orang) dan AIDS (36 orang). Sedangkan pada 2013, ujar Osep, di Ciamias tercata 9 orang penderita HIV dan 1 penderita AIDS.

"Kami menduga 10 persen dari 1,7 juta jiwa penduduk Ciamis, sudah terpapar HIV. Makanya semua pihak, terutama KPA, harus kerja keras mencegah penyebaran HIV/AIDS," ujar Osep. (sta)

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7631