Ratusan Pengusaha Riau Terjangkit HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 24 May 2013
Topik: HIV/AIDS


REPUBLIKA.CO.ID, 23 Mei 2013

PEKANBARU -- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau menyatakan ratusan pelaku usaha di daerah itu terdaftar sebagai Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) selain juga ada kalangan ibu rumah tangga serta ragam kalangan lainnya.

"Secara kumulatif, pertumbuhan virus HIV dan AIDS di Riau terus meningkat atau bertambah jumlahnya. Hasil laporan Dinas Kesehatan yang diterima oleh KPA, kata Mursal, peringkat tertinggi penderita HIV/AIDS adalah kalangan karyawan swasta, termasuk pengusaha," kata Sekretaris KPA Riau dr Mursal Amir kepada pers di Pekanbaru, Kamis (23/5).

Kemudian, kata dia, disusul dengan kalangan ibu rumah tangga dengan jumlah yang cukup berimbang. Totalnya, papar Mursal, penderita HIV/AIDS atau ODHA di Riau mencapai 1.892 orang, dimana sekitar 1.030 diantaranya masih tergolong HIV dan selebihnya atau sekitar 862 adalah penderita AIDS.

Mursal menjelaskan, tingginya tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di Riau disebabkan masih minimnya kesadaran masyarakat dalam mawas diri. Hal itu menurut dia, dibuktikan dengan masih banyaknya pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta tingkat pergaulan bebas yang terus meningkat signifikan.

Memang, demikian Mursal, kalau diambil perbandingan tahun ini dengan tahun sebelumnya, tingkat pertumbuhan ODHA terbilang menurun. "Namun laporan itu tidak seutuhnya benar dan akurat karena masih minimnya kesadaran ODHA untuk melaporkan kasus yang dialaminya ke KPA atau Dinas Kesehatan," katanya.

Sangat dimungkinkan, kata dia, penderita setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang bersedia untuk menjalani pengobatan di rumah sakit pemerintah. "Alhasil, mereka juga tidak terdaftar di KPA dan kami hanya bisa memberikan data secara keseluruhan hingga saat ini," katanya.

Menurut Mursal, untuk mengantisipasi penyebaran virus mematikan jenis human immunodeficiency virus (HIV)' dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak dan ragam kalangan. "Khususnya pihak keluarga atau orang tua agar terus mengawasi pergaulan anak-anaknya jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas yang akhirnya melakukan hubungan seks diluar nikah hingga penggunaan narkoba," paparnya.

Sumber: http://www.republika.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7633