Jembatan Suramadu dianggap percepat akses penyebaran HIV/AIDS
Tanggal: Sunday, 26 May 2013
Topik: HIV/AIDS


LENSAINDONESIA.COM, 25 Mei 2013

Jumlah warga kabupaten Sumenep yang terinveksi virus HIV/AIDS terus meningkat. Menjelang pertengahan tahun 2013 ini, penderita virus mematikan itu sudah mencapai 46 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun LICOM dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, jumlah 46 penderita itu merupakan akumulasi dari tahun 2011 hingga 2013. Rinciannya, tahun 2011 terdapat 7 penderita, 3 penderita di antaranya telah meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 29 penderita, 1 di antaranya meninggal dunia. Dan tahun 2013 hingga masuk bulan April kemarin tercatat sebanyak 10 penderita, dan 2 di antaranya meninggal dunia.

Menurut kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Sumenep Dwi Regnani, tersebarnya virus mematikan itu kebanyakan dari faktor hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergiliran untuk konsumsi narkoba. “Itu semua memang imbas kemajuan teknologi,” paparnya, Sabtu (24/5/2013).

Selain itu, sejak dioperasikan jembatan Suramadu yang menghubungkan daratan Madura dengan Surabaya juga diyakini menjadi penyebab cepat tersebarnya virus HIV/AIDS. “Secara tidak langsung jembatan Suramadu memberikan akses cepat penyebaran virus itu,” kata Dwi.

Sebab itu, untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS, pihaknya mengaku akan terus meningkatkan sosialisasi tentang penyebab tertularnya virus /AIDS tersebut. “Terutama kepada kaum muda, sosialisasi itu akan gencar dilakukan,” jelas Dwi. @rhahmatullah

Sumber
: http://www.lensaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7638