Penderita Penyakit Kelamin di Kediri Melonjak
Tanggal: Friday, 31 May 2013
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 31 Mei 2013

Dampak nyata dari aksi mogok kelompok kerja (Pokja) Peduli Aids di lokalisasi Kabupaten Kediri, Jawa Timur telah mengakibatkan lonjakan penyakit infeksi menular seksual (IMS). Kenaikan kasus IMS ini merata di hampir semua lokalisasi.

"Data terakhir ada kenaikan sekitar 15 persen PSK yang terkena IMS. Padahal sebelum ada aksi mogok membagikan kondom, angka IMS tidak ada," ungkap Soleh, Koordinator Pokja Peduli Aids kepada Surya Online, Kamis (30/5/2013).

Menurut Soleh, sejak pokja menghentikan pembagian kondom gratis dua minggu lalu, angka IMS mengalami kenaikan. Kasus yang sama juga terjadi di pokja lokalisasi lain di Kabupaten Kediri.

"Di tempat kami ada kenaikan IMS sekitar 15 persen, padahal sebelumnya tidak ada. Kalau ada kenaikan IMS ini siapa yang bertanggung jawab," ungkap Soleh, dari Pokja Lokalisasi Bolodewo.

Penuturan senada dikemukakan pengelola pokja lokalisasi lainnya. Di Lokalisasi Dadapan misalnya, juga terjadi kenaikan. Dalam minggu ini hasil pemeriksaan petugas dinkes menemukan empat PSK terkena IMS. "Ada empat PSK di tempat kami yang harus disuntik untuk penyembuhan penyakitnya," ungkapnya.

Soleh mengungkapkan, pokja peduli aids memang telah menghentikan peredaran kondom gratis dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Kediri. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk protes menyusul penyelidikan penyidik Satreskrim Polres Kediri terkait peredaran kondom gratis. "Kami minta kondomnya dibagikan polisi saja," ungkapnya.

Sementara versi polisi menemukan penyimpangan karena kondom yang mestinya dibagikan secara gratis kepada pelanggan dan pengunjung lokalisasi, tapi diperjual belikan. Polisi telah menemukan fakta adanya penjualan kondom seharga Rp 1.000 per bungkus.

Penyidik telah meminta keterangan dari pengelola pokja lokalisasi yang ada di Kabupaten Kediri. Malahan sejumlah pengurus komunitas waria di Kota Kediri yang diduga terkait kasus ini juga telah diperiksa penyidik. Hanya saja Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurtjahyo masih enggan menjelaskan lebih detail hasil pemeriksaan penyidik terkait kasus kondom gratis.

Dikonfirmasi terpisah Nur Munawaroh, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Kabupaten Kediri masih enggan menanggapi terjadinya lonjakan kasus IMS di lokalisasi. "Maaf kami tidak bisa memberikan datanya tanpa seizin pimpinan," jelasnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7651