Harapan Baru Akhiri Epidemi AIDS
Tanggal: Wednesday, 05 June 2013
Topik: Narkoba


TEMPO.CO, 04 Juni 2013

New York: Sejak kasus AIDS dilaporkan pertama kali pada 1981, lebih dari 25 juta orang di seluruh dunia telah meninggal karena AIDS. Dan, saat ini, terdapat 33 juta orang yang hidup dengan AIDS, termasuk 1 juta penderita yang berada di Amerika Serikat.

“Saat ini ada 3 metode yang sedang dieksplorasi untuk mengakhiri epidemi AIDS. Metode itu adalah dengan obat, vaksin, dan terapi gen,” tulis Live Science, Minggu, 2 Juni 2013.

Sudah ada obat yang dapat mencegah AIDS. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemakaian obat anti-retroviral tidak hanya mengurangi jumlah virus HIV dalam tubuh, tetapi juga dapat menghentikan penularan virus.

"Orang-orang yang berisiko tinggi tertular HIV dapat mengkonsumsi obat ini setiap hari untuk mencegah AIDS, ujar Dr Robert Grant, seorang peneliti HIV di Institut Virologi dan Imunologi Gladstone, San Francisco pada sebuah pertemuan World Science Festival di New York Jumat, 31 Mei 2013.

Namun, pendapat lain mengatakan bahwa obat ini tidak akan cukup untuk menghentikan penyebaran AIDS. "Kita harus menemukan cara untuk mengimunisasi orang, sehingga mereka tidak perlu mengambil tindakan untuk melindungi diri," ujar David Baltimore, profesor biologi di Institut Teknologi California.

Pada 1984, Margaret Heckler, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan pada masa itu, mengatakan bahwa vaksin HIV diharapkan akan siap dalam waktu dua tahun (berarti tahun 1986). Namun, hingga hari ini, vaksin HIV belum ada juga. Serangkaian uji coba vaksin HIV mengalami kegagalan. Ini terjadi karena virus tersebut telah menemukan cara untuk menghancurkan sel-sel pertahanan tubuh manusia. Padahal, sel-sel ini adalah kunci utama untuk melumpuhkan HIV.

Namun baru-baru ini, para peneliti telah menemukan cara baru untuk menciptakan vaksin HIV, yakni dengan merekayasa sel-sel induk agar berkembang menjadi sel-sel kekebalan tubuh yang tidak dapat disinggahi HIV. Jika tidak ada tempat berlabuh maka HIV tidak akan bisa berkembang.

Selain obat dan vaksin, diharapkan HIV dapat dicegah dengan terapi gen. Gen manusia akan diterapi sehingga memiliki sel-sel kekebalan khusus yang disebut antibodi penetralisir secara luas. Kebanyakan orang tidak membuat antibodi ini dalam menghalau HIV. Namun, terapi gen dapat memberikan sel bahan genetik yang mereka butuhkan untuk membuat antibodi.

Para ahli menunjukkan bahwa ketika mereka gagal, mereka akan terus belajar dan berusaha agar HIV benar-benar bisa dihentikan. Peter Staley, seorang aktivis AIDS, mengharapkan obat sepanjang hidupnya, mungkin hingga 15 tahun ke depan. "Semua orang berpikir penangkal HIV bisa ditemukan, ini hanya masalah waktu dan usaha," ujar Staley optimis

Sumber: http://www.tempo.co




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7663