Hakim-hakim Asia Pasifik diskusikan HIV
Tanggal: Wednesday, 05 June 2013
Topik: HIV/AIDS


Radio Australia, 05 Juni 2013

Tiga puluh hakim dari enam belas negara-negara Asia Pasifik melakukan pertemuan di Thailand untuk mendiskusikan pembuatan proses hukum yang lebih baik bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Hakim-hakim senior tersebut melihat bagaimana keputusan pengadilan bisa memengaruhi hak asasi ODHA di sebuah forum di Bangkok.

Dr Mandeep Dhaliwal, direktur bidang HIV dalam badan PBB, United Nations Development Programme, mengatakan kepada program Radio Australia Asia Pacific bahwa walaupun hakim-hakim tersebut bekerja di konteks sosial dan budaya yang berbeda, mereka semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk melindungi hak asasi manusia.

"Saya pikir [para hakim] bisa memainkan peranan penting untuk mengurangi stigma, baik di dalam ruang pengadilan, komunitas hukum, dan juga masyarakat secara lebih luas," katanya.

"Hakim adalah pemimpin di komunitas mereka...mereka adalah panutan masyarakat sekitar mereka untuk mengambil keputusan tanpa prasangka, berdasarkan bukti dan untuk melindungi hak asasi manusia," lanjutnya.

Mandeep Dhaliwal mengatakan forum internasional seperti yang diadakan di Bangkok tersebut memainkan "peran sangat penting" untuk memberikan hakim-hakim dari berbagai konteks hukum kesempatan berbagi pengalaman.

Salah satu contoh yang didiskusikan adalah bagaimana Mahkamah Agung di India memutuskan untuk menghapuskan hukum yang mengkriminalisasi homoseksualitas dan bagaimana keputusan seperti itu bisa mengubah masyarakat.

Dalam konferensi itu, badan PBB UNAIDS juga menerbitkan buku panduan hukum pertama mereka dalam bidang HIV, hak asasi manusia dan hukum.

"Ini adalah kompilasi topik-topik yang mungkin dihadapi pengadilan dalam berbagai konteks...untuk memberikan hakim panduan dalam melakukan interpretasi hukum," kata Mandeep Dhaliwal.

Sumber: http://www.radioaustralia.net.au




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7665