VCT HIV/AIDS : Boyolali Tambah Layanan VCT
Tanggal: Tuesday, 18 June 2013
Topik: HIV/AIDS


Solo Pos, 10 Juni 2013

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bakal menambah layanan klinik voluntary and conseling testing (VCT) untuk menangani para penderita HIV/AIDS di Kota Susu. Sebelumnya, klinik VCT di Boyolali baru terdapat di RSUD Pandan Arang yang mulai beroperasi 2012 lalu. Dalam waktu dekat, layanan tersebut akan diberikan di RSU Banyudono.

“Saat ini masih dalam persiapan. Operasionalnya [VCT] diharapkan dalam waktu dekat ini. Untuk meningkatkan pelayanan, khususnya dalam penanganan terhadap penderita HIV/AIDS di Boyolali,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Yulianto Prabowo, didampingi Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), Achmad Muzzayin, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/6/2013).

Sementara dari data Dinkes Kabupaten Boyolali, hingga Mei 2013 ini, ditemukan 16 kasus baru penderita HIV/AIDS. Dua di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu meningkat karena sebelumnya, Maret lalu, hanya tercatat tiga orang penderita HIV/AIDS. Sementara jumlah total penderita HIV/AIDS di Boyolali yang terdeteksi mencapai 120 orang.

”Untuk kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan hingga Mei lalu, ada 16 kasus,” ungkap dia.

Yulianto mengatakan rata-rata penderita tertular penyakit HIV/AIDS tersebut karena faktor perilaku. Sementara dari sisi usia, penderita HIV/AIDS juga ada yang termasuk dalam kategori usia produktif.

Dalam penanganan terhadap penderita HIV/AIDS, Yulianto mengatakan selain gencar melakukan sosialisasi dan pembentukan warga peduli AIDS (WPA) di tingkat desa. Penambahan klinik VCT diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kepada para penderita.

Muzzayin mengakui jarak dari tempat tinggal penderita hingga ke klinik VCT di RSUD Pandan Arang menjadi salah satu kendala dalam penanganan terhadap pasien HIV/AIDS. Itulah sebabnya, Pemkab mengembangkan layanan tersebut di RSU Banyudono.

”Sebelum ada klinik VCT di RSU Pandanarang, klinik pengobatan masih bergabung dengan RSUD Moewardi Solo. Nah tahun ini, kami persiapkan layanan tersebut di RSU Banyudono sekaligus untuk mendekatkan jarak dengan penderita,” imbuhnya.

Di samping itu, Muzzayin mengatakan sejumlah puskesmas juga disiapkan dalam penanganan penyakit infeksi menular seksual.

Sumber: http://www.solopos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7668