Film ''Cinta Dari Wamena'', Cinta dan Kesadaran HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 18 June 2013
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 13 Juni 2013

JAKARTA - Setelah sempat tertunda dari jadwal semula Maret 2013, film "Cinta Dari Wamena" karya sutradara Lasja Susatyo dipastikan tayang di bioskop mulai 13 Juni ini. Film ini didukung sejumlah bintang seperti Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar, serta tiga remaja Papua bernama Litius, Tembi, dan Martha.

Persahabatan ketiganya, dinarasikan berjalan hingga mereka duduk di bangku sekolah. Dengan meneruskan pendidikan gratis ke Wamena. Untuk mewujudkan keinginan mereka sekolah, ternyata banyak cobaan yang harus mereka hadapi di kota itu. Seperti pola hidup kota Wamena yang menguji mimpi serta persahabatan ketiga remaja tersebut. Puncaknya saat salah seorang dari ketiga sahabat tersebut terkena virus HIV.

Mampukah mereka bertahan disana, serta apa yang berlangsung pada persahabatan mereka? Nah, dalam film itu, seperti dikutip Kabar Film, Kamis (13/6), kehadiran Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar di film yang mengambil lokasi syuting di di provinsi Papua, dihadirkan untuk menyampaikan kesadaran terhadap penyakit HIV/AIDS.

Sebagai film berlatar budaya dengan konsep informatif, pemerintah Australia melalui program pembangunannya, AusAID, dan the Ford Foundation berperan penting dalam hal pendanaan film ini. Film ini, seperti dikatakan Unit Manager HIV AusAID, Adrian Gilbert, diprakarsai oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya yang akan digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap HIV/AIDS, "Khususnya untuk menurunkan stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap mereka yang hidup dengan HIV."

Dia menambahkan, film merupakan medium yang sangat kuat untuk melibatkan penonton. "Ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS dan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara mengurangi penularan," ujar Adrian Gilbert.

Setelah rilis di tahun 2013, AusAID akan bekerjasama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, sekolah dan universitas untuk melakukan sosialisasi di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua dan Papua Barat. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran, teknik pencegahan dan strategi terhadap HIV/AIDS.

Australia telah mendukung upaya Indonesia untuk menangani HIV selama lebih dari 12 tahun. Sebagai bagian dari Kemitraan untuk HIV senilai 100 juta dolar AS, AusAID memberikan bantuan sebesar 25 juta dolar AS untuk membantu meningkatkan akses kepada layanan HIV di provinsi Papua dan Papua Barat. Program ini akan meningkatkan akses layanan HIV dan juga meningkatkan jumlah orang untuk menerima perawatan yang mereka butuhkan.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7674