391 Penderita HIV/AIDS di Batam Meninggal
Tanggal: Tuesday, 18 June 2013
Topik: HIV/AIDS


TEMPO.CO, 18 Juni 2013

Batam - Penularan penyakit HIV/AIDS ( human immunodeficeincy/acquired immuno defeciency syndrome ) di Batam tergolong cepat. Terbukti sejak tahun 1992 hingga 2013 sebanyak 391 penderita HIV/AIDS meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam, Pieter P Pureklolong ketika digelar pertemuan regional se-Sumatera menyangkut penanggulangan AIDS di Batam 10-14 Juni 2013.Peter menjelaskan, penularan HIV melalui transmisi seksual sangat tinggi, dan terus meningkat. Pada Januari 2013 penderita HIV sebanyak 54 orang, dan meninggal dunia 9 orang, dan pada Februari 2013 penderita HIV 12 orang, meninggal 3 orang. " Ada apa nih dengan laki-laki," kata Peter.

Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Batam tak lepas dari banyaknya tempat hiburan yang dijadikan transaksi seksual. Dan pengunjung tempat hiburan tersebut 60% adalah laki-laki yang memiliki pasangan hidup (isteri), dan kesadaran menggunakan kondom masih rendah.

Di Batam terdapat tempat-tempat digunakan untuk melakukan seksual seperti di Tanjung Uncang, Sagulung, Belakang Padang, Nongsa, dan Batu Ampar. Selain itu, di tempat-tempat hiburan seperti bar, diskotik, panti pijat, dan karoeke Plus. " Yang plus-plus ini biasanya menyediakan wanita penjaja sek komersial," lanjut Pieter.

Wanita pekerja seks di Batam tercatat sebanyak 2.676 orang, dan laki-laki beresiko tinggi sebanyak 16.748 orang, Gay 2.696 orang, waria 536 orang, dan pengguna narkoba suntik 113 orang. Bahkan ibu dan anak positif HIV. Dari jumlah 3.252 ibu hamil yang di tes, maka ibu hamil positif HIV sebanyak 24 orang, dan anak-anak sebanyak 9 orang.

Cepat penularan penyakit HIV/AIDS ini karena dalam budaya patriarki, pelanggan laki-laki memiliki kuasa untuk menentukan pemakaian kondom dan menentukan seks baik dengan istri maupun pasangan tetap. Oleh sebab itu, laki-laki harus diintervensi agar tidak memperpanjang rantai penularan.

Pieter juga menyebutkan HIV/AIDS digolongkan penyakit menular yang berbahaya karena HIV adalah virus yang membunuh sel darah putih di dalam tubuh manusia, sehingga fungsi tidak mampu melawan infeksi atau penyakit lainnya, sedangkan AIDS adalah gejala penyakit yang diebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh manusia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batam, Salim menjelaskan, pemerintah Kota Batam berupaya terus-terus menerus melakukan sosialisasi tentang bahanya penyakit HIV/AIDS ini. " Harus jaga iman," katanya.

Sumber: http://www.tempo.co




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7686