Empat PSK Ditemukan Positif HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 25 June 2013
Topik: HIV/AIDS


Surabaya Post, 19 Juni 2013

PROBOLINGGO
- Mengejutkan! Empat dari 11 penjaja seks komersial (PSK) yang dirazia di kawasan prostitusi Embong Miring, positif mengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Sebelumnya ada dugaan, kawasan prostitusi itu di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo itu menjadi ajang penularan HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo tidak ingin kecolongan lebih lanjut. Keempat PSK yang terpapar virus yang menyerang kekebalan tubuh (imunitas) itu menjadi perhatian serius agar tidak menulari orang lain.

“Kami akan memberikan anti retroviral teraphy (ART) di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan sekembali mereka dari pantai rehabilitasi di Kediri,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr Endang Astuti melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr Dyah Kuncorowati, Rabu (19/6) pagi tadi.

Keempat PSK yang terpapar HIV/AIDS itu tiga di antaranya warga Kabupaten Probolinggo, satu lagi warga dari luar daerah.

Seperti diketahui, Kamis (13/6) pagi lalu, Satpol PP merazia 11 PSK di kawasan prostitusi Embong Miring. Usai dijaring mereka diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium. Setelah itu sore harinya, mereka dikirim ke panti rehabiliasi di Kediri.

Di panti milik Pemprop Jatim itu ke-11 PKS mendapat pembinaan dan bekal keterampilan selama 3 bulan. ”Begitu mereka kembali dari panti rehabilitasi, empat PSK langsung kami masukkan ke RSUD Waluyo Jati,” ujar Dyah.

Karena sudah positif mengidap HIV/AIDS, keempat PSK itu diminta tidak lagi kembali ”berpraktik” PSK di mana pun, termasuk di Embong Miring. Jika dibiarkan bekerja lagi sebagai PSK, diyakini kasus HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo akan semakin marak.

Pemkab Probolinggo sebenarnya sudah lama menutup prostitusi Embong Miring. ”Setelah ditutup tidak ada lagi PSK-nya, belakangan malah muncul lagi,” ujar Kepala Satpol PP, Achmad Aruman.

Ditulari PSK

Dinkes Kabupaten Probolinggo mencatat, dari sebanyak 493 pengidap HIV/AIDS, sebanyak 212 di antaranya adalah ibu rumah tangga. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 50 PSK yang terpapar HIV/AIDS.

Mengapa ibu rumah tangga lebih banyak yang terpapar HIV/AIDS dibandingkan PSK? Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di Dinkes, dr Dyah Kuncorowati menduga, masih banyak suami nakal yang njajan (berhubungan seks) dengan PSK.

“Diduga banyak suami yang njajan dengan PSK kemudian menulari istrinya,” ujarnya. Analisa itu didasari jumlah pemakai PSK (laki-laki) diyakni lebih banyak dibandingkan PSK.

Dari para PSK itu para laki-laki kemudian menulari istri-istrinya di rumah. ”Akibatnya, ibu rumah tangga yang tidak tahu-menahu bisa tertular HIV/AIDS,” ujarnya.

Analisa ini dibenarkan Badrut Tamam dari Bedug Institute, lembaga pendampingan HIV/AIDS di Probolinggo. ”Taruhlah seorang PSK di Embong Miring, dalam sehari bisa melayani 3-5 laki-laki dalam sehari. Kalau PSK itu terkena HIV/AIDS, ia bakal menulari 3-5 ibu rumah tangga,” ujarnya.

Dinkes mencatat, sejak kasus HIV/AIDS ditemukan di Kabupaten Probolinggo pada 2000 silam, jumlah pengidap HIV/AIDS terus bertambah setiap tahun. Sebagai perbandingan pada 2009 lalu terdapat 39 kasus HIV/AIDS. Pada 2010 menjadi 41 kasus HIV/AIDS.

“Mulai 2011 kasus HIV/AIDS naik signifikan, naik dua kali lipat dibandikan tahun sebelumnya yakni, 103 kasus,” ujar dr Dyah. Pada 2012 jumlah kasus HIV/AIDS kembali naik menjadi 161 kasus. Dan secara komulatif, hingga Juni 2013 ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 493 kasus HIV/AIDS isa

Sumber: http://www.surabayapost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7688