Ciwidey dan Pangalengan Paling Rentan HIV AIDS di Kabupaten Bandung
Tanggal: Tuesday, 25 June 2013
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 24 Juni 2013

SOREANG - Penyebaran HIV AIDS rentan terjadi di daerah tujuan wisata Kabupaten Bandung. Kecamatan Ciwidey dan Pangalengan menjadi daerah yang paling rentan terkena penyebarannya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bandung, Grace Mediana menuturkan, kedua kecamatan yang menjadi daerah tujuan wisata tersebut menjadi rentan terhadap penyebaran HIV AIDS. Pasalnya, tempat hiburan banyak terdapat di kawasan tersebut. Tidak jarang diwarnai praktek prostitusi.

"Di Kabupaten Bandung, kecamatan yang rentan terhadap penularan dan penyebaran HIV AIDS ada di daerah wisata. Seperti di Ciwidey dan Pangalengan. Tempat prostitusi banyak ditemukan di sana. Jadi angka penyebarannya cukup tinggi," kata Grace, Minggu (23/6/2013).

Namun, ujarnya, bukan berarti orang-orang di dua kecamatan tersebut banyak terkena HIV AIDS. Bisa saja penyakit tersebut ada karena dibawa orang dari luar seperti para pekerja seks komersil (PSK) atau pengunjung ke objek wisata tersebut.

"Bukan berarti warga di kedua kecamatan itu banyak yang mengidap HIV. Tapi rentan terhadap penyebarannya. Banyaknya orang luar yang berkunjung bisa menjadi penyebabnya," katanya.

Sedangkan kecamatan lainnya, kata dia, bisa dibilang belum terlalu menonjol. Seperti di kawasan industri atau daerah urban. Di antaranya Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Majalaya. Kebanyakan kasus HIV AIDS di daerah lain, usia yang rentan tertular oleh penyakit ini pada umumnya di usia produktif. Yakni antara 15 hingga 45 tahun. Sehingga, kelompok usia ini harus terus mendapatkan penyuluhan, sosialisasi serta pemahaman yang benar mengenai resiko serta penyebab penularan penyakit ini.

"Sebenarnya sosialisasi dan penyuluhan tidak dilakukan dikalangan usia produktif saja. Kita terus melakukan penyuluhan kepada semua kalangan. Karena penyakit ini bisa menular kepada siapa saja tanpa mengenal batasan umur," ujarnya.

Sosialisasi tersebut meliputi penggunaan kondom bagi orang yang suka berganti-ganti pasangan. Mewaspadai penggunaan jarum suntik secara bergantian bagi pengguna narkoba. Jumlah penderita HIV AIDS hingga 2013 di Kabupaten Bandung, belum bisa dipastikan. Penyebaran penyakit ini sulit terungkap. Jarang sekali ada orang yang mau mengakui telah mengidap HIV AIDS.

"Dibutuhkan sosialisasi dan penyuluhan terus menerus. Masyarakat harus mengerti cara mencegah penyakit tersebut. Ini adalah tugas semua pihak, termasuk media agar bisa memberikan informasi kepada warga," katanya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung pada 2010, jumlah penderita HIV AIDS mencapai 200 orang. Rata-rata usia pengidapnya berada di usia produktif. Sebagian besar tertular akibat pemakaian jarum suntik khususnya narkoba. Penyebab lainnya adalah akibat hubungan seksual dan transfusi darah. Di Kabupaten Bandung terdapat dua Puskesmas yang memberikan pelayanan terhadap penderita HIV AIDS, yakni di Banjaran dan Cicalengka. (aa)

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7691