2.351 Warga Flores-Lembata Terinfeksi HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 25 June 2013
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 25 Juni 2013

Kupang - Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Pulau Flores dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin tidak terkendali. Total penderita HIV/AIDS di seluruh NTT sebanyak 2.351. Tercatat, terdapat 935 penderita, 296 penderita terinfeksi di antaranya meninggal dunia.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dr Husein Pancratius yang ditemui di ruang kerjanya di Kupang, Selasa (25/6) mengatakan, penularan HIV/AIDS di Flores dan Lembata sudah sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Karena itu perlu kerja keras serta penanganan secara serius oleh semua pihak dan memikirkan solusi yang tepat dalam penangulangan masalah tersebut di daerah itu.

Dr Husein Pancratius mengatakan, dari sembilan kabupaten di Flores, jumlah penderita terinfeksi HIV terbanyak adalah di Kabupaten Sikka dengan total penderita sebanyak 413 orang. Dari jumlah terinfeksi HIV sebanyak 123 orang, AIDS sebanyak 290 orang dan jumlah terinfeksi yang telah meninggal dunia sebanyak 29 orang.

Sementara untuk kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur merupakan dua kabupaten yang jumlah penderitanya paling sedikit. Kabupaten Manggarai Barat, tidak ada penderita HIV, yang ada hanya penderita AIDS sebanyak 6 orang, dan tiga sudah meninggal dunia. Kabupaten Manggarai Timur jumlah penderita HIV sebanyak 3 orang, AIDS sebanyak 5 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Tentang penderita di Manggarai Barat, Husen mengakui, masih harus dicek lebih jauh lagi, karena daerah paling barat pulau Flores ini merupakan daerah terbuka dan telah menjadi salah satu daerah pariwisata teramai di NTT.

“Pemerintah dan LMS serta masyarakat harus melakukan kerjasama yang baik lagi, karena bisa saja ada banyak penderita yang belum teridentifikasi,” kata dr Husein Pancratius.

Sedangkan jumlah penderita HIV/AIDS di Flores dan Lembata adalah, kabupaten Lembata jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 130 orang, HIV sebanyak 28 orang, AIDS 102 orang dan meninggal dunia 74 orang. Kabupaten Flores Timur (Flotim), pengidap HIV/AIDS sebanyak 110 orang. Dengan jumlah pengidap HIV sebanyak 18 orang, AIDS 92 orang, dan meninggal dunia 74 orang.

Kabupaten Sikka dengan penderita terbesar yakni 413 orang terinveksi HIV 123 orang, AIDS 290 orang, dan meninggal dunia 29 orang. Kabupaten Ende, penderita HIV/AIDS sebanyak 95 orang, terinfeksi HIV 2 orang, AIDS 93 orang, dan meninggal dunia 58 orang.

Kabupaten Nagekeo, penderita HIV/AIDS sebanyak 20 orang, terinfeksi HIV 14 orang, AIDS 6 orang, dan meninggal dunia 7 orang. Kabupaten Ngada, penderita HIV/AIDS sebanyak 66 orang, terinfeksi HIV 8 orang, AIDS 58 orang, dan meninggal dunia 40 orang.

Kabupaten Manggarai Timur, penderita HIV/AIDS sebanyak 8 orang, terinfeksi HIV 3 orang, AIDS 5 orang dan meninggal dunia 3 orang. Kabupaten Manggarai, penderita HIV/AIDS sebanyak 87 orang, HIV 27 orang, AIDS 60 orang dan meninggal dunia 8 orang. Manggarai Barat, penderita HIV/AIDS sebanyak 6 orang, AIDS 6 orang dan meninggal dunia 3 orang.

Dr Husein Pancratius menambahkan, terlihat jumlah yang terus meningkat itu, maka untuk 10 tahun ke depan NTT akan kehilangan begitu banyak putra-putri sebagai generasi penerus bangsa ini, tambah dr. Husein Pancratius.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7693