Komunitas Gay Cirebon, Mayoritas Remaja
Tanggal: Thursday, 27 June 2013
Topik: Narkoba


PRLM, 26 Juni 2013

CIREBON - Mayoritas komunitas gay di Cirebon ternyata berusia remaja. Semakin banyaknya remaja yang melakukan penyimpangan perilaku seksual terjadi akibat pergaulan.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, Sri Maryati, sekarang ini cukup banyak terdata gay yang berusia muda maupun remaja, yang beraktivitas di Kota Cirebon.

"Usia termuda gay yang terdata di Kota Cirebon ada yang berusia 13 tahun dan masih duduk di bangku SMP," katanya.

Dikatakan Sri, jumlah gay yang beraktivitas di Kota Cirebon setidaknya tercatat 900 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 70 persennya merupakan gay berusia muda.

Dijelaskan Sri, banyak faktor yang menyebabkan anak-anak muda terjerumus dalam perilaku seks menyimpang.

Diantaranya karena pergaulan atau faktor lingkungan, ada yang karena pernah menjadi korban pelecehan seksual serta faktor genetik.

"Namun yang terbesar saat ini disebabkan karena faktor pergaulan dan lingkungan," katanya.

Sri mengungkapkan, saat ini akibat pergaulan, ada kecenderungan pilihan menjadi gay merupakan bagian dari gaya hidup.

Karenanya, lanjut Sri, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon agar mengalokasikan anggaran untuk pendidikan kesehatan reproduksi.

Pendidikan seks sejak dini diharapkan bisa menghindarkan anak-anak untuk terjerumus ke dalam pergaulan yang menyimpang.

"Orangtua pun harus membentengi anak-anaknya dengan pendidikan seks sejak usia dini, yaitu saat anak berusia sekitar 3 tahun," katanya.

Setidaknya, lanjut Sri, anak diberitahu daerah mana saja termasuk daerah "terlarang" yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Anwar Sanusi, tidak bisa menyembuyikan rasa kagetnya, ketika diberi data, banyaknya anak tingkat sekolah yang terjerumus ke dalam perilaku seks bebas, termasuk perilaku seks yang menyimpang.

Menurut Anwar, butuh perhatian khusus terhadap setiap siswa didik dari seorang guru. "Mendidik itu memang harus dari hati, sehingga anak-anak kita pun akan tertarik hatinya kepada kita," katanya.

Anwar juga meminta orangtua untuk tidak begitu saja melepaskan perhatiannya terhadap anak, dengan dalih anak sudah disekolahkan.

"Dibutuhkan perhatian orang tua yang lebih lagi, karena ternyata waktu anak lebih banyak di rumah bersama orangtua," katanya. (A-92/A-89)***

Sumber
: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7700