Bocah ODHA 'Meila' Diincar Sindikat Anak di DIY
Tanggal: Sunday, 30 June 2013
Topik: Narkoba


okezone.com, 28 Juni 2013

BLITAR
- Meila, bocah pengidap HIV/AIDS yang kini dirawat di RSU Mardi Waluyo Kota Blitar, Jawa Timur, diincar orang tak dikenal. Seseorang yang mengaku dari organisasi peduli anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghubungi rumah sakit dan berniat mengambil bocah malang tersebut.

Karena curiga lelaki yang bicara diujung telepon sebagai sindikat eksploitasi anak, pihak rumah sakit menolak permintaan itu. "Kami curiga ini sebagai kelompok terorganisir yang biasa memperkerjakan anak sebagai pengemis," ujar Humas RSU Mardi Waluyo, Rita Triana, Jumat (28/6/2013).

Kini Meila masih dalam perawatan intensif di ruang isolasi V Nusa Indah Mardi Waluyo. Meski bocah itu ditemukan sejak akhir Mei 2013 di Pasar Legi Kota Blitar, namun hingga kini belum diketahui pasti asal-usulnya.

Gadis kecil yang hanya tinggal tulang berbalut kulit itu tidak bersedia membuka suara. Setiap ditanya nama orangtua, tempat tinggal, dan bagaimana bisa sampai di Kota Blitar, dia memilih diam.

Spekulasi yang muncul, orangtua Meyla meninggal karena penyakit yang sama (HIV/AIdS). Kemudian karena sakit-sakitan dan diketahui positif mengidap HIV/AIDS, Meila dibuang oleh orang yang diduga sebagai keluarga terdekatnya.

Menurut Rita, seseorang yang mengaku dari organisasi peduli anak tersebut juga sempat berusaha meyakinkan bahwa institusinya bersifat swasta, bukan milik pemerintah.

"Komunikasinya setengah memaksa dan tidak mencerminkan orang yang mengerti permasalahan HIV/ AIDS. Dia mengatakan swasta ketika saya bilang panti khusus penderita HIV/AIDS anak ada di Bogor dan Papua," jelasnya.

Sementara itu, seorang relawan penanganan HIV/AIDS, Muhammad Agung, mengatakan, banyak oknum yang sengaja mencari keuntungan dalam kasus anak. Sindikat itu biasanya melakukan modus mengklaim dari sebuah lembaga resmi.

Dari penelusuran ke sejumlah jaringan di Yogyakarta, kata Agung, tidak sedikit anak-anak penderita HIV/AIDS, gizi buruk dan polio, yang diambil dan dipekerjakan sebagai pengemis.

"Biasanya anak-anak ini disebar sebagai pengemis di kompleks wisata Candi Borobudur. Dan kita tidak ingin ini terjadi pada diri Meila," tutur Agung.

Sekadar diketahui, kondisi kesehatan Meila kini lebih baik dibanding pertama kali ditemukan. Suhu badan gadis yang diperkirakan berusia tujuh tahun itu mulai normal. Berat badanya naik menjadi sembilan kilogram dan durasi buang air besar serta kencing dengan jeda waktu yang pendek, berangsur berkurang.

Sumber: http://surabaya.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7710