Perdebatan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Wirianingsih: Penderita HIV
Tanggal: Tuesday, 16 July 2013
Topik: HIV/AIDS


Timlo.net, 14 Juli 2013

Pemerintah masih memperdebatkan perihal daftar peserta penerima jaminan sosial menjelang diselenggarakannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 2014 mendatang. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang harus memilih para penerima BPJS tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI, Wirianingsih, mengatakan seharusnya para penerima BPJS diseleksi dengan mengetahui daftar penyakit yang diderita para penerima BPJS. Menurut dia, pemerintah tidak seharusnya memberikan fasilitas obat gratis kepada perokok, pengidap HIV/AIDS, dan pengguna narkoba.

“Ada penyakit seperti HIV/AIDS kok malah dapet obat gratis? Harusnya mereka ada semacam hukuman karena kesalahan mereka sendiri tidak menerapkan pola hidup sehat,” ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/7).

Wirianingsih menegaskan seharusnya pemerintah memberikan obat dan pengobatan gratis untuk penerima yang menerapkan pola hidup sehat. “Jadi sebaiknya pemerintah terapkan punishment atau sanksi, bagi mereka yang kena HIV/AIDS itu,” tegas dia.

Pemerintah, lanjutnya, juga harus meningkatkan jumlah tenaga kesehatan sehingga program BPJS dapat berjalan dengan lancar. Dia mencontohkan, di Pulau Seribu masih kekurangan tenaga kesehatan.

Pasalnya, peracik obat di Pulau Seribu adalah seorang perawat bukan apoteker. “Padahal harus yang mengerjakan itu apoteker tapi di sana tidak ada,” pungkas dia. (im)

Sumber: http://www.timlo.net




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7743