Pria dengan HIV-AIDS yang Menikah Memiliki Risiko Kematian Lebih Kecil
Tanggal: Tuesday, 16 July 2013
Topik: HIV/AIDS


Detik.com, 15 Juli 2013

Jakarta
: Status pernikahan ternyata berdampak pada kematian pria dengan HIV-AIDS. Laki-laki dengan HIV-AIDS yang menikah ternyata risiko kematiannya lebih kecil ketimbang yang bercerai ataupun single. Namun status pernikahan ini tidak berdampak signifikan pada pasien perempuan.

Tak hanya itu, ras juga menjadi faktor yang signifikan. Sebab perempuan Afrika-Amerika 9 kali lebih mungkin meninggal karena HIV/AIDS. Sedangkan perempuan Latin 7 kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit tersebut ketimbang perempuan kulit putih.

Demikian penelitian yang digelar oleh profesor sosiologi, Augustine Kposowa, dari University of California, Riverside (UCR). Penelitian bertajuk 'Status Pernikahan dan Kematian HIV/AIDS: Bukti dari US National Longitudinal Mortality Study' itu merupakan penelitian pertama yang mengungkap efek status pernikahan dengan kematian pasien HIV-AIDS.

Dengan menggunakan data dari rilis terbaru US National Longitudinal Mortality Study dan Indeks Kematian Nasional, Kposowa melacak hampir 763.000 orang berusia 15 ke atas antara tahun 1983 dan 1994. Dari angka itu, sebanyak 410 orang meninggal karena HIV-AIDS dalam jangka waktu tertentu.

Analisis Kposowa dari 11 tahun data kematian menunjukkan bahwa status perkawinan merupakan faktor penting bagi pasien HIV/AIDS berjenis kelamin laki-laki. Sayangnya hasil yang sama tidak terlihat pada pasien perempuan. Demikian dikutip dari ANI News, Senin (15/7/2013).

Dari penelitian diketahui pula laki-laki yang bercerai dan berpisah lebih dari enam kali lebih mungkin meninggal karena AIDS dibandingkan laki-laki yang sudah menikah. Sementara mereka yang belum pernah menikah memiliki risiko 13,5 kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit ini dibandingkan mereka yang menikah.

Diketahui pula laki-laki Afrika-Amerika 2,7 kali lebih mungkin meninggal karena HIV-AIDS dibandingkan orang kulit putih. Sedangkan pria Hispanik lebih dari dua kali lebih mungkin untuk meninggal akibat penyakit ini dibandingkan orang kulit putih.

Studi ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Infectious Diseases, publikasi resmi dari International Society for Infectious Diseases.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7746