Yayasan Rumah Rachel Fokus Asuhan Paliatif Anak dengan Kanker dan AIDS
Tanggal: Thursday, 18 July 2013
Topik: Narkoba


Detik.com, 17 Juli 2013

Jakarta, Kanker dan AIDS tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun ada yang berjuang untuk terlepas dari penyakit ini. Bagi mereka yang bergelut dengan penyakit tersebut, pengasuhan paliatif sangatlah penting.

Bagi beberapa orang, pengasuhan paliatif dianggap sebagai hal yang baru. Namun bagi Yayasan Rumah Rachel, pengasuhan paliatif kepada anak-anak dengan kanker dan HIV sudah mulai dilakukan sejak 2006-2008 silam.

"Asuhan paliatif merupakan komponen penting dalam layanan kesehatan, seperti untuk pasien penderita penyakit yang mengancam jiwa (life-threatening illnesses)," ucap dr Luthfi Mardiansyah, Presiden Direktur PT Novartis Indonesia.

Hal itu disampaikan dia dalam Sarasehan Sehati Bicara bertajuk 'Komitmen Novartis dalam Membantu Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien: Tekankan Manfaat Pengasuhan Paliatif Ideal' yang digelar di Kantor PT Novartis Indonesia, Axa Tower, Jl Prof Dr Satrio, Setiabudi, Kuningan, dan ditulis pada Rabu (17/7/2013).

dr Lutfi menjelaskan salah satu contoh asuhan paliatif yang diberikan adalah pengendalian rasa nyeri yang diderita pasien. Hal ini dapat diringankan tidak hanya melalui pemberian obat-obatan, namun juga bentuk perhatian yang terkadang diabaikan oleh para kerabat atau keluarga terdekat pasien.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Nur Hanita selaku Progam Manager Yayasan Rumah Rachel mengatakan bahwa dalam memberikan asuhan paliatif, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi dalam memberikan asuhan paliatif adalah menjelaskan mengapa asuhan ini sebenarnya sangat penting.

"Juga menggarisbawahi pentingnya sistem pendukung dan lingkungan yang tepat agar asuhan yang diberikan tepat guna dan berkesinambungan," ucap perempuan yang akrab disapa Onit ini.

Saat ini Yayasan Rumah Rachel merupakan satu-satunya organisasi nirlaba di Indonesia yang memberikan asuhan paliatif bagi anak-anak yang merupakan pasien kanker stadium akhir dan juga anak-anak dengan HIV yang masih dalam terapi kuratif, dan/atau anak dalam kondisi AIDS dan/atau jelang ajal. Usia anak yang mendapat bantuan adalah 0-18 tahun.

Yang bisa mendapat pengasuhan paliatif sebenarnya ada beberapa pasien. Misalnya saja mereka yang mengalami kelainan bawaan sejak lahir. Namun Yayasan Rumah Rachel lebih memfokuskan diri pada pelayanan paliatif pasien anak dengan kanker dan AIDS. Mengapa?

"Yang dipertimbangkan adalah kapasitas kami. Untuk penyakit itu ada konsultannya. Apalagi dua penyakit itu kan yang relatif tinggi angkanya," terang Onit.

Meski demikian Yayasan Rumah Rachel tidak menutup kemungkinan memberikan pengasuhan paliatif pasien di luar kanker dan AIDS. Namun tentunya hal itu dengan pengkajian terlebih dahulu, apakah para personel di yayasan tersebut mampu melakukannya.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7760