Periksa Infeksi Kelamin Tak Bareng Pasangan Sama Saja 'Ngajak Ping-pong'
Tanggal: Monday, 22 July 2013
Topik: Narkoba


Detik.com, 21 Juli 2013

Jakarta, Suami istri sudah seharusnya kompak dalam segala hal, termasuk untuk urusan kesehatan. Jika salah satu diketahui kena infeksi kelamin, para ahli selalu mengingatkan untuk bersama-sama periksa supaya tidak seperti main 'ping-pong'.

Fenomena ping-pong sering dijumpai pada infeksi kelamin yang dialami pasangan suami istri. Misalnya saat penyakit kelamin si istri sembuh, giliran suaminya yang sakit karena diam-diam sudah tertular sebelumnya. Suami sembuh, gantian penyakit istrinya kambuh lagi.

Dalam situasi seperti itu, seharusnya pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada yang sakit saja. Risiko penularan sudah bisa terjadi meski belum muncul gejala dan pada saat itu juga masing-masing sudah bisa saling menularkan. Karenanya begitu salah satu terdiagnosis, keduanya harus sama-sama diperiksa.

"Suaminya juga harus periksa. Nggak cuma istri saja. Kalau nggak, ping-pong nanti jadinya," kata Prof Dr Sarlito W Sarwono, M.Psi dari Yayasan AIDS Indonesia saat ditemui di acara Ramadhan YAIDS Talk di Hotel Menara Peninsulla, Jakarta Barat, seperti ditulis Minggu (21/7/2013).

Setelah sama-sama diperiksa, pengobatan juga harus dilakukan berbarengan jika memang dua-duanya terdiagnosis infeksi kelamin. Masing-masing harus sampai tuntas jika tidak ingin infeksinya cuma berpindah-pindah seperti orang sedang main ping-pong.

Prof Sarlito menambahkan, infeksi penyakit kelamin yang dialami istri kadang justru datang dari suami yang memiliki perilaku seks berisiko, misalnya sering gonta-ganti pasangan tanpa pengaman. Prof Sarlito mengatakan, pencegahan terbaik adalah dengan menghindari perilaku tersebut.

Kalaupun tidak bisa menahan diri, risiko penularan masih bisa dikurangi dengan menggunakan kondom sebagai pelindung. Prof Sarlito menegaskan, kondom tidak membuat perilaku itu menjadi benar, tetapi setidaknya akan mengurangi risiko orang lain ikut menjadi korban.

"Urusan dosa ya tetap dosa, masuk neraka ya sama saja nantinya. Tapi setidaknya, dengan kondom orang tersebut tidak ninggalin penyakit di dunia. Kasihan anak istri yang tidak tahu apa-apa kalau sampai tertular juga," kata Prof Sarlito.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7768