Testimoni di Gereja, Penderita HIV/AIDS Memohon Tidak Dikucilkan
Tanggal: Monday, 22 July 2013
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 22 Juli 2013

SIMALUNGUN - EP (32), perempuan pengidap HIV/AIDS warga Kabupaten Simalungun menyampaikan testimoni di hadapan jemaat gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/7/2013). EP berharap masyarakat tidak mengasingkan atau menghindari orang dengan HIV/AIDS (ODHA) seperti dirinya.

"Kami butuh dirangkul, dikasihi dan disayangi termasuk diberi penguatan," kata EP dalam kesaksian yang difasilitasi Yayasan Pondok Kasih pascakebaktian reguler di gereja tersebut.

EP menuturkan, ODHA sesungguhnya merindukan kehidupan penuh dengan persaudaraan dan kekeluargaan, tidak terasing dari lingkungan kehidupan sosial masyarakat.

"Kadang kita naik angkot, kalau penumpang tahu kita terjangkit virus ini, bekas tempat duduk kita dibersihkan terlebih dahulu, baik menggunakan tangan atau kain pembersih," kata EP yang juga binaan dari Yayasan Pondok Kasih.

EP menyebut, awalnya ia tidak mengetahui terjangkit virus HIV/AIDS, apalagi dirinya bukan seorang pekerja seks komersial (PKS), melainkan pekerja di salah satu praktik dokter gigi di Bandung, Jawa Barat,

Menurut EP, diduga dia terjangkit dari cairan seorang pasien yang terkena HIV/AIDS saat berobat ke tempat praktik. EP kemudian berpesan agar jemaat dan warga gereja tidak takut terjangkit virus kalau tidak ada kontak fisik secara langsung.

"Kalau tak ada sentuhan cairan dari kami ke pihak lain, tidak akan terkena virus," katanya.

Sementara itu, pengurus Yayasan Pondok Kasih, Rentina Harianja dan Pendeta Edwin Sianipar mengatakan, kegiatan sosialisasi HIV/AIDS yang dilaksanakan Yayasan Pondok Kasih merupakan bentuk kepedulian terhadap para ODHA.

"Kita akan tetap terus peduli dan berempati terhadap para penderita ODHA, selama yang bersangkutan tetap membuka diri untuk dibina," kata Pendeta Edwin.

Menurut Edwin, ada beberapa penderita ODHA yang mereka bina dan dalam sosialisasi yang digelar di hadapan jemaat gereja tetap diupayakan menghadirkan salah seorang ODHA untuk memberi kesaksian atau testimoni.

"Biar tujuan sosialisasi yang dilakukan menyentuh dan tepat sasaran," katanya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7771