Pencari suaka bakal hadapi reaksi tak bersahabat di Papua Nugini
Tanggal: Monday, 22 July 2013
Topik: Narkoba


Tribun News, 22 Juli 2013

Warga Papua Nugini memperingatkan pemerintah Australia, kebijakan baru memukimkan pencari suaka akan menciptakan suasana tidak bersahabat dan menambah masalah di PNG.

Para politisi lokal mengatakan, para pengungsi yang dimukimkan kembali mungkin akan menghadapi reaksi tidak bersahabat dari penduduk lokal. Mereka juga mempertanyakan bagaimana rencana ini akan dibiayai.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan, kebijakan mengirim pencari suaka ke PNG memenuhi 'kewajiban hukum dan belas kasih' Australia.

Website Deplu Australia sendiri memperingatkan, siapapun yang pergi ke PNG sebaiknya berhati-hati, mengingat tingginya tingkat kejahatan serius seperti kekerasan dan perkosaan, tingginya angka HIV/AIDS, wabah kolera dan buruknya fasilitas kesehatan.

Mantan pemimpin oposisi PNG Dame Carol Kidu mengatakan, sudah terlalu banyak orang yang tergusur di negaranya. "Kami sendiri menghadapi banyak masalah. Dan bagi saya, rencana ini mungkin malah menambah masalah," jelasnya.

Gubernur Provinsi Oro, Gary Zuffa, mengatakan kepada ABC keputusan untuk memukimkan pengungsi di PNG mungkin dapat menimbulkan perpecahan.

"Kalau Australia yang membiayai program itu, maka ini akan menciptakan rasa iri dari penduduk lokal. Sebab para pengungsi itu pasti akan diberi uang untuk memulai bisnis baru, memulai hidup baru," tegas Gubernur Gary Zuffa.

Anggota parlemen Australia Andrew Wilkie juga mencela kebijakan pemerintah dan memperingatkan, PNG pun tidak dapat mengurus rakyatnya sendiri.

Sementara itu Menteri Imigrasi Australia Tony Burke menegaskan, para pencari suaka yang dikirim ke PNG mungkin akan berada di pusat detensi untuk waktu tidak tertentu, jika mereka terbukti bukan pengungsi sejati.

Tony Burke mengatakan ada tiga opsi, yaitu mereka tetap berada di pusat detensi, kedua mereka kembali ke negara asal dan ketiga mereka dimukimkan di negara lain dimana mereka memperoleh hak untuk menetap.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7773