PSK terjaring di Bogor positif HIV
Tanggal: Wednesday, 24 July 2013
Topik: HIV/AIDS


Merdeka.com, 24 Juli 2013

Seorang pekerja seks komersil (PSK) yang terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor, dilaporkan positif HIV. Laporan tersebut diterima oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor, Selasa.

"Kami mendapatkan laporan dari Panti Sosial Pasar Rebo, satu dari 14 WTS yang kami kirimkan untuk pembinaan di sana, diketahui positif HIV. Kami diminta untuk menjemputnya agar diberikan pembinaan secara terpisah," kata Kepala Pelaksana Rehabilitasi Sosial, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, Kota Bogor, Sugeng Rulyadi saat ditemui di kantornya, Selasa (23/7)

Sugeng menyebutkan, penertiban terhadap PSK tersebut dilakukan Jumat (19/7) oleh Satpol PP Kota Bogor. Dalam razia penertiban tersebut terjaring sebanyak 14 PSK.

Mereka langsung didata di Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi untuk selanjutnya diberikan pembinaan sebagai upaya mencegah pelaku kembali lagi menjadi PSK.

"Para WTS ini seperti biasa kita kirim ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo untuk mendapatkan pembinaan," kata Sugeng.

Sebelumnya, kata Sugeng, sebelum dikirim ke PSKW, para PSK tersebut juga menjalani pemeriksaan dan tes HIV di Disnakersostran Kota Bogor.

Namun, sebelum hasil tes keluar, para PSK ini sudah terlebih dahulu dikirim ke PSKW. Sebelum mendapatkan pelatihan dan pembinaan di PSKW, setiap PSK juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes HIV.

"Dari hasil itu diketahui satu orang WTS yang kita kirimkan positif HIV," kata Sugeng.

Sugeng menyebutkan, PSKW tidak menerima pembinaan untuk PSK yang positif HIV karena dikhawatirkan dapat menular ke penghuni PSKW lainnya. Sugeng menyebutkan, PSKW bertugas untuk memberikan keterampilan, bukan untuk merawat penderita HIV.

Sugeng menambahkan, setelah menerima laporan tersebut pihaknya akan melakukan identifikasi data PSK tersebut apakah warga Kota Bogor atau Kabupaten Bogor.

"Sesuai dengan alamat tempat tinggalnya, jika dia (PSK) tinggal di Kota Bogor maka penanganannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota, tapi jika identitas tinggalnya di kabupaten, maka milik Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Sugeng.

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7782