LPA Bali Surati Kapolres Prioritaskan Kasus Dugaan Prostitusi Anak
Tanggal: Monday, 29 July 2013
Topik: Narkoba


Bali Post, 29 Juli 2013

Negara - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Bali meminta Polres Jembrana memprioritaskan penyelidikan dugaan kasus human trafficking di Jembrana. Melalui surat nomor 56/LPA/K/VII/2013 yang ditandatangani ketuanya, Nyoman Masni, KPA mendesak Polres untuk memprioritaskan dugaan prostitusi anak di bawah umur yang melibatkan warga asing. Dalam surat tertanggal 19 Juli 2013 itu tertulis keprihatinan LPA Bali terkait human trafficking. Apalagi Komnas Perlindungan Anak (PA) sempat turun ke Jembrana.

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait disebutkan telah melakukan koordinasi dengan LPA Bali guna memperoleh informasi akurat terkait hal tersebut. Khususnya perlindungan atau perhatian anak dalam berhadapan hukum. LPA mendesak Kapolres untuk bertindak cepat untuk mengungkap kasus ini agar segera selesai. Baik melalui proses penyelidikan maupun penyidikan sesuai kewenangan serta peraturan yang berlaku.

Prostitusi anak saling berkaitan dengan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja. Selain itu, informasi angka penyebaran HIV/AIDS di Jembrana cukup cepat juga menjadi keprihatinan LPA.

Surat tersebut selain ke Kapolres Jembrana juga dikirimkan ke Kapolda Bali, Kajati Bali, Gubernur Bali, Ketua Komisi IV DPRD Bali serta Ketua Komnas PA.

Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana melalui Kasat Reskrim AKP Aris Purwanto mengisyaratkan pihaknya telah melakukan penyelidikan kasus dugaan human trafficking itu sejak awal tahun lalu. Namun polisi terganjal dengan belum adanya korban yang melapor sehingga belum intensif melakukan penyelidikan. Polres juga telah mengamankan salah satu mucikari ABG yang dipanggil Bu Desak. Pelaku ini memiliki sekitar enam cewek yang digunakan untuk kepentingan prostitusi. Tetapi setelah enam cewek itu diperiksa, hanya dua yang mengakui Desak sebagai penghubung.

Sedangkan untuk langkah antisipasi, Polres juga telah mengumpulkan para pemilik dan pengelola hotel maupun penginapan supaya selektif menerima tamu. Khususnya terkait anak di bawah umur, apabila memang tidak memiliki atau belum mengantongi KTP diharapkan tidak diterima. Pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk menginformasikan jika ada korban human trafficking itu. (kmb26)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7788