Kalapas Kerobokan Geram Eks Napi Narkoba Asal Inggris Jelekkan LP
Tanggal: Friday, 02 August 2013
Topik: Narkoba


Detik.com, 01 Agustus 2013

Denpasar
- Perempuan asal Inggris yang juga mantan narapidana kasus narkoba, Rachel Dougall (40), berkicau soal kondisi LP Kerobokan yang buruk dan perlakuan yang tidak menyenangkan selama ia ditahan. Kalapas geram dan membantah semua tudingan.

"Saya merasa teraniaya dan tersiksa dengan kebohongan Rachel," kata Kalapas Kerobokan Ngurah Wiratna kepada detikcom, Kamis (1/8/2013).

"Itu omong kosong semua!" tambahnya.

Wiratna menyatakan fasilitas Rachel selama di LP sama dengan narapidana lainnya. "Soal tudingan dia dicampur dengan narapidana pengidap HIV/AIDS, bagaimana ia bisa tahu narapidana lainnya seperti itu. Yang tahu mereka HIV/AIDS hanya saya dan dokter, sebab mereka tidak boleh didiskriminasi," kata Wiratna.

Selama mendekam di LP Kerobokan, Rachel selalu dipantau perwakilan konsulat Inggris. "Bagaimana ia bisa disiksa. Itu semua omong kosong. Bahkan saya siapkan dia tabung oksigen karena dia menderita asma," katanya.

Setelah Rachel berkicau, pemerintah langsung memantau LP Kerobokan. "Petugas dari pusat saja ajak ke lorong-lorong untuk melihat suasana. Tidak ada yang disembunyikan," tegas Wiratna.

Rachel Dougall merupakan mantan narapidana kasus penyelundupan kokain senilai sekitar Rp 25 miliar. Kepada media Inggris Dailymail, ia berkicau tentang suasana LP usai bebas 27 Juli 2013. Ia menyatakan mengaku tidur beralas tikar tipis dan ditempatkan satu sel dengan tahanan atau narapidana pengidap HIV/AIDS. Kondisi LP sangat kotor.

Rachel yang terbang dari Bangkok ke Bali ini juga mengaku kerap ditendang dan dipukul serta sempat mengalami serangan agresif dari lesbian secara seksual.

Sumber: http://news.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=7797